Blogroll

This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 08 Desember 2011

Bagiku Ayah dan Ibu

penulis Al Ustadzah Ummu Abdirrahman Anisah bintu Imran
Sakinah Permata Hati 23 - Oktober - 2004 10:26:36

Sebuah kebahagiaan yg mungkin tdk bisa diungkapkan dgn kata-kata manakala orang tua mendapati di hari tua perlakuan yg demikian istimewa dari anak-anaknya. Ketika ia mulai lemah dan mungkin sakit-sakitan anak-anak dgn sabar dan penuh perhatian memberikan perawatan kepadanya. Ini semua tentu tdk didapat begitu saja namun melalui pendidikan dan perjuangan yg panjang dari orang tua tersebut agar anak-anak tumbuh menjadi anak yg shalih dan berbakti pada orang tuanya.

Sesosok anak tdk akan dapat terlepas dari ayah dan ibunya. Bagaimanapun keadaan ia adl bagian dari diri keduanya. Dia adl darah daging keduanya. Rahim ibu adl tempat buaian yg pertama di dunia ini. Air susu menjadi sumber makanan yg menumbuhkan jasadnya. Kasih sayang ibu adl ketenangan yg selalu dia rindukan. Kerelaan ibu utk berjaga membuat nyenyak tidurnya. Kegelisahan ibu menyisakan kebahagiaan untuknya.
Timangan sang ayah dirasakan sebagai kekokohan. Perasan keringat ayah memberikan rasa kenyang dan hangat bagi dirinya. Doa-doa yg mereka panjatkan menjadi sebab segala kebaikan yg didapatinya. tdk terhingga dgn hitungan jemari utk merunut kembali segala kebaikan yg mereka curahkan utk buah hati mereka.
Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan hak bagi kedua orang tua utk diberikan bakti kelembutan penjagaan dan kasih sayang dan Allah kuatkan hak ini dgn mengiringkan setelah hak-Nya Subhanahu wa Ta’ala krn hak orang tua mengandung pemuliaan dan pengagungan. Bahkan di dlm Kitab-Nya yg mulia termaktub berbilang ayat yg memberikan wasiat dan mendorong utk berbakti kepada orang tua serta menjanjikan banyak kebaikan bagi seorang yg berbakti dan mengancam dgn balasan yg akan menimpa orang yg mendurhakai ayah bundanya.
Di antara sekian banyak ayat Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Dan beribadahlah kepada Allah dan janganlah kalian menyekutukan-Nya dgn sesuatu pun dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua.”
Dalam kalam-Nya ini Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan utk beribadah hanya kepada-Nya semata dan tdk menyekutukan-Nya krn Dialah Al-Khaliq Ar-Raziq Al-Mun’im yg memberikan keutamaan kepada makhluk-Nya tiap saat dan tiap keadaan. Oleh krn itu Dialah yg berhak utk diesakan dan tdk disekutukan dgn sesuatu pun dari kalangan makhluk-Nya. Hal ini sebagaimana yg dikatakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Mu’adz bin Jabal radhiallahu ‘anhu:
} قَالَ : اللهُ وَرَسُوْلُهُُ أَعْلَمُ. قَالَ } ثُمَّ قَالَ }
“Tahukah engkau apa hak Allah atas hamba-Nya?” Mu’adz menjawab “Allah dan Rasul-Nya lbh mengetahui.” Beliau berkata “Yakni beribadah hanya kepada-Nya dan tdk menyekutukan-Nya dgn sesuatupun.” Kemudian beliau berkata lagi “Tahukah engkau apa hak hamba atas Allah bila mereka melaksanakannya? Allah tdk akan mengadzab mereka.”
Setelah itu Allah Subhanahu wa Ta’ala mewasiatkan utk berbuat baik kepada kedua orang tua krn Allah jadikan kedua sebagai sebab keluar seseorang dari ketiadaan menjadi ada.
Oleh krn itu semesti semenjak dini kedua orang tua mulai menanamkan hal ini kepada putra-putri mereka mengiringi pengajaran tentang keimanan terhadap Rabb mereka. Inilah pula yg dilakukan oleh Luqman yg mengiringi wasiat kepada anak utk beribadah kepada Allah semata dgn wasiat utk berbuat baik kepada kedua orang tua.

“Dan Kami wasiatkan kepada manusia utk berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibu telah mengandung dlm keadaan payah yg bertambah-tambah dan menyapih dlm dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Ha kepada-Kulah kembalimu.”
Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan utk bersyukur kepada-Nya dgn melaksanakan peribadahan kepada-Nya serta menunaikan hak-hak-Nya dan tdk menggunakan ni’mat-ni’mat yg dianugerahkan-Nya utk bermaksiat pada-Nya. Allah Subhanahu wa Ta’ala juga memerintahkan utk bersyukur kepada kedua orang tua dgn berbuat baik kepada keduanya. Hal ini dilakukan dgn berucap lemah lembut melakukan perbuatan yg baik dan merendahkan diri terhadap mereka. Juga dgn memuliakan dan menanggung kebutuhan hidup serta tdk menyakiti mereka dgn cara apa pun baik dgn ucapan atau pun perbuatan.
Di dlm ayat ini pula Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebut tentang pendidikan seorang ibu kesulitan dan kesusahan ketika harus berjaga siang dan malam. Penyebutan ini utk mengingatkan anak tentang kebaikan seorang ibu yg telah diberikan kepada sebagaimana tersebut dlm firman Allah:

“Dan ucapkanlah doa: Wahai Rabbku kasihilah kedua orang tuaku sebagaimana mereka telah mendidikku semenjak kecilku.”
Kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan pengajaran bagaimana semesti seorang anak bersikap terhadap kedua orang tua yg musyrik:

“Dan apabila kedua memaksamu utk menyekutukan Aku dgn sesuatu yg engkau tdk memiliki ilmu tentang mk jangan engkau ikuti kedua dan pergaulilah mereka berdua di dunia dgn baik dan ikutilah jalan orang yg kembali kepada-Ku. Kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu mk Aku kabarkan padamu apa yg telah kamu kerjakan.”
Janganlah seseorang menyangka bahwa hal ini termasuk kebaikan terhadap orang tua krn hak Allah lbh diutamakan daripada hak siapa pun juga dan tdk ada ketaatan terhadap makhluk dlm kemaksiatan terhadap Al-Khaliq.
Allah Subhanahu wa Ta’ala tdk mengatakan “Apabila mereka berdua memaksamu utk menyekutukan Aku dgn sesuatu yg kamu tdk memiliki ilmu tentang mk durhakailah keduanya.” Bahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala mengatakan “Jangan engkau ikuti mereka dlm perbuatan syirik mereka.”
Adapun berbakti terhadap mereka mk engkau harus terus melakukannya. Oleh krn itulah Allah berfirman yaitu pergaulilah mereka di dunia ini dgn penuh kebaikan. Adapun mengikuti mereka sementara mereka berkubang dlm kekufuran atau kemaksiatan mk hal itu janganlah engkau lakukan.
Sementara itu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam banyak menyebutkan tentang ancaman durhaka kepada kedua orang tua. Bahkan beliau nyatakan bahwa hal itu termasuk dosa besar. Abu Bakrah radhiallahu ‘anhu menyampaikan ucapan beliau ini:
} قُلْنَا : بَلَى يَا رَسُوْلَ الله. قَالَ ثَلاَثًا } وَكَانَ مُتَّكِئًا فَجَلَسَ فَقَالَ } فَمَا زَالَ يَقُوْلُهَا حَتَّى قُلْتُ لاَ يَسْكُتُ.
“Tidakkah kalian ingin aku kabarkan tentang dosa besar yg paling besar?” Kami menjawab “Tentu wahai Rasulullah.” Beliau pun berkata tiga kali “Menyekutukan Allah dan durhaka terhadap kedua orang tua.” Semula beliau dlm keadaan bersandar lalu beliau pun bangkit duduk dan mengatakan “Ketahuilah ucapan dusta dan saksi palsu! Ketahuilah ucapan dusta dan saksi palsu!” Beliau terus-menerus mengatakan hal itu hingga aku berkata “Andaikan beliau diam.”
Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu pun meriwayatkan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang ancaman beliau:
} قِيْلَ : مَنْ؟ يَا رَسُوْلَ الله! قَالَ }
“Nista dan hinanya! Nista dan hinanya! Nista dan hinanya!” Beliau pun dita “Siapa wahai Rasulullah?” Beliau menjawab “Seseorang yg mendapati salah seorang atau kedua orang tua dlm keadaan lanjut usia namun dia tdk masuk ke dlm surga.”
Ucapan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ini merupakan dorongan utk berbakti kepada orang tua serta menunjukkan besar pahala amalan itu. Di dlm ucapan beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam tersebut didapati makna bahwa berbakti kepada kedua orang tua pada saat mereka telah lanjut usia dan lemah dgn mencurahkan khidmat nafkah ataupun lain merupakan sebab masuk seseorang ke dlm surga. Barangsiapa yg meremehkan mk dia akan terluput dari masuk surga dan dihinakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Sebuah kisah tentang bakti seorang anak kepada orang tua yg amalan itu dapat melepaskan dari belenggu musibah yg menimpa disampaikan oleh Abdullah bin ‘Umar radhiallahu ‘anhuma dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
}
Ada tiga orang yg sedang dlm perjalanan. Tiba-tiba turun hujan menimpa mereka hingga mereka pun berteduh di dlm gua di sebuah gunung. Ketika mereka berada di dlm gua runtuhlah sebuah batu besar dari gunung di mulut gua hingga menutupi mereka. mk ada di antara mereka yg berkata kepada teman “Lihatlah amalan shalih yg pernah kalian kerjakan krn Allah lalu mohonlah kepada Allah dgn amalan tersebut. Semoga dgn itu Allah akan memberikan jalan keluar kepada kalian.” mk salah seorang di antara mereka berdoa “ Ya Allah sesungguh aku memiliki dua orang tua yg telah renta dan aku pun memiliki istri dan anak-anak kecil. Aku biasa menggembala kambing-kambing utk mereka. Apabila aku telah membawa pulang kambing-kambingku aku biasa memerah susu dan aku awali dgn memberikan minum kepada kedua orang tuaku sebelum memberikan kepada anak-anakku. Suatu ketika aku terlalu jauh menggembala sehingga belum juga pulang sampai sore hari hingga kudapati mereka berdua telah tidur. mk aku pun memerah susu sebagaimana biasa. Kemudian aku datang membawa susu perahan itu dan berdiri di sisi kepala ayah ibuku. Aku tdk ingin membangunkan mereka berdua dari tidur dan aku pun tdk ingin memberi minum anak-anakku sebelum mereka berdua sementara anak-anakku menangis kelaparan di sisi kedua kakiku. Terus menerus demikian keadaanku dgn mereka hingga terbit fajar. Ya Allah jika Engkau mengetahui bahwa aku lakukan semua itu utk mengharap wajah-Mu berikanlah jalan keluar dari batu itu hingga kami dapat melihat langit.” mk Allah pun memberikan kepada mereka kelapangan hingga mereka dapat melihat langit kembali…”
Kisah ini menunjukkan gambaran keutamaan berbakti kepada kedua orang tua keutamaan melayani dan mendahulukan mereka berdua dari yg lain baik anak-anak istri dan selain mereka.
Bila demikian keadaan adakah hati orang tua yg tdk tergerak utk mendidik anak-anak mereka agar berbakti kepada ayah bundanya? Adakah orang tua yg akan membiarkan anak-anak mereka berkubang dlm kedurhakaan sehingga mendapati balasan yg nista? Tidakkah mereka ingin anak-anak mereka seperti gambaran seorang Abu Hurairah yg memberikan salam kepada ibunya:
عَلَيْكِ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ يَا أُمَّتَاه ! تَقُوْلُ : وَعَلَيْكَ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ، يَقُوْلُ : رَحِمَكِ اللهُ كَمَا رَبَّيْتِنِي صَغِيْرًا. فَتَقُوْلُ : يَا بُنَيَّ! وَأَنْتَ، فَجَزَاكَ اللهُ خَيْرًا وَرَضِيَ عَنْكَ كَمَا بَرَرْتَنِي كَبِيْرًا.
“Keselamatan atasmu serta rahmah dan barakah Allah wahai Ibunda!” Ibu pun menjawab “Dan keselamatan pula atasmu serta rahmah dan barakah Allah.” Dia berkata lagi “Semoga Allah mengasihimu wahai Ibu sebagaimana engkau telah mendidikku semasa kecilku.” Ibu membalas “Wahai anakku! Dan engkau juga semoga Allah memberi balasan yg baik dan meridhaimu sebagaimana engkau telah berbakti kepadaku pada masa tuaku.”
Betapa banyak kisah yg terhimpun dlm Kitabullah dan kalam Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yg dapat disampaikan kepada anak-anak yg berbicara tentang keutamaan berbakti kepada kedua orang tua dan ancaman bagi seorang yg durhaka terhadap keduanya. Semogalah mereka memetik banyak faidah yg akan mendorong mereka utk mempersembahkan kebaikan kepada ayah bundanya.
Wallahu ta’ala a’lamu bish-shawab.

Sumber: www.asysyariah.com

Pribahas

Pepatah: Latihan 1



1. Ada air adalah ikan.



______________________________________________________________________________



2. Ada batang mati, ada cendawan tumbuh.



______________________________________________________________________________



3. Ada kerak ada nasi.



______________________________________________________________________________



4. Ada udang di sebalik batu.



______________________________________________________________________________



5. Adat bersendikan syarak, syarak bersendikan kitabullah.



______________________________________________________________________________



6. Adat juara kalah menang.



______________________________________________________________________________



7. Adat lama pusaka usang.



______________________________________________________________________________



8. Cubit paha kiri paha kanan terasa.



______________________________________________________________________________



9. Adat muda menanggung rindu.



______________________________________________________________________________



10. Adat tua menahan ragam.



______________________________________________________________________________



11. Air ditetak tidak akan putus.



______________________________________________________________________________





12. Air pun ada pasang surutnya.



______________________________________________________________________________



13. Air setitik dilautkan, tanah seketul digunungkan.



______________________________________________________________________________



14. Air yang penuh dalam tempayan itu tidak akan berkocak.



______________________________________________________________________________







15. Alah bisa tegal biasa.



______________________________________________________________________________



16. Alah sabung menang sorak.



______________________________________________________________________________



17. Ayam terlepas tangan bau tahi.



______________________________________________________________________________



18. Bagaimana acuan begitulah kuihnya.



______________________________________________________________________________



19. Bagaimana gendang begitulah tarinya.



______________________________________________________________________________



20. Bapa borek anak rintik.



______________________________________________________________________________



21. Belakang parang diasah lagikan tajam.



______________________________________________________________________________



22. Berani malu takut mati.



______________________________________________________________________________



23. Berapa panjang lunjur, begitu panjang selimut.



______________________________________________________________________________



24. Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing.



______________________________________________________________________________



25. Berat mata memandang, berat lagi bahu memikut.



______________________________________________________________________________



26. Bergalah ke hilir tertawa buaya, bersuluh di bulan terang tertawa harimau.



______________________________________________________________________________



27. Berkelahi dahulu pendapatan, berkelahi kemudian kerugian.



______________________________________________________________________________



28. Berpatah arang, berkerat rotan.



______________________________________________________________________________



29. Besar periuk besar keraknya.



______________________________________________________________________________





30. Biar alah membeli, asalkan menang memakai.



______________________________________________________________________________



31. Biar badan penat asalkan hati senang.



______________________________________________________________________________



32. Biduk lalu kiambang bertaut.



______________________________________________________________________________



33. Bila meminta, lembut gigi daripada lidah.



______________________________________________________________________________



34. Bodoh-bodoh sepat, tak makan pancing emas.



______________________________________________________________________________



35. Bulat air kerana pembentung, bulat manusia kerana muafakat.



______________________________________________________________________________



36. Bunga disunting, perdu ditendang.



______________________________________________________________________________



37. Burung terbang dipipiskan lada.



______________________________________________________________________________



38. Busuk-busuk daging dikincah, dimakan, busuk-busuk ikan dibuang.



______________________________________________________________________________



39. Diam-diam ubi berisi, diam-diam penggali berkarat.

______________________________________________________________________________





40. Di mana bumi dipijak, di sana langit dijunjung.



______________________________________________________________________________



41. Ada gula adalah semut.



______________________________________________________________________________



42. Ada padi semua kerja jadi, ada beras semua kerja deras.



______________________________________________________________________________



43. Berani kerana benar takut kerana salah.



______________________________________________________________________________



44. Benih yang baik jikalau jatuh ke laut menjadi pulau.



______________________________________________________________________________







· Hendaklah menurut adat dan aturan tempat kita diami.

· Orang yang berpendapatan besar, besar juga perbelanjaannya.

· Perbuatan bodoh ditertawakan orang.

· Perihal muafakat dalam sesuatu pekerjaan; sama-sama mengerjakan walaupun susah ataupun senang.

· Jika seseorang yang bodoh itu menerima ajaran dan bimbingan yang teratur dan berterusan pasti akan pandai juga.

· Bagaimana sekalipun kejahatan saudara atau keluarga sendiri, tidak sampai hati untuk menyalahkan seperti kita menyalahkan orang lain.

· Dua pihak yang berselisih faham akan berbaik semula sekiranya penghasut dapat disingkirkan.

· Nampak bodoh tetapi tak boleh ditipu.

· Mengikut keadaan di sesuatu tempat kita berada.

· Keadaan kehidupan seseorang tidak tetap, adakalanya senang dan adakalanya susah.

· Tetap dengan pendirian yang benar dan berani bersuara kerananya.

· Tiap-tiap usaha ada untung ruginya.

· Betapa beratnya mata kita melihat kesusahan yang dialami oleh orang lain, berat lagi penderitaan itu pada orang yang menanggungnya.

· Adat yang telah ada sejak zaman-berzaman.

· Di mana juga kita tinggal, akan ada rezeki kita.

· Rezeki ada di mana-mana.

· Orang muda tentu dilamun cinta.

· Hidup mestilah mengikut kadar kemampuan atau keupayaan dan janganlah berlebihan.

· Diam orang yang berilmu berfikir, sementara diam orang yang bodoh itu sia-sia sahaja.

· Isteri dikasihi, mertua dibenci.

· Pergaulan di dalam masyarakat hendaklah sesuai dengan adat dan syarak

· Anak menurut baka ibu bapanya; sesuatu itu menurut asalnya.

· Di mana ada rezeki, di situ ramai orang.

· Dua orang yang bersaudara tidak dapat dipisahkan oleh perselisihan.

· Orang yang berani membuat sesuatu pekerjaan larangan, setelah dibuatnya baharu menyesal.

· Memarahi ahli keluarga sendiri tetapi yang lain pula yang terasa.

· Tiap kejadian ada bekasnya.

· Kerja yang susah menjadi senang jika biasa melakukannya.

· Anak mencontohi kelakuan bapanya.

· Orang yang berketurunan baik akan berkelakuan baik di mana-mana sahaja ia berada.

· Mengerjakan sesuatu pekerjaan dengan senang hati.

· Muslihat yang tersembunyi di sebalik perbualan atau perkataan.

· Fikir baik-baik supaya tidak menyesal.

· Biarpun kalah tetapi cakapnya masih tinggi.

· Orang tua terpaksalah menahan perasaan yang tidak menyenangkan hati kerana perbuatan anak cucunya.

· Orang yang banyak ilmu pengetahuan tidak suka bercakap besar atau membanggakan diri.

· Merancang sesuatu yang belum pasti diperolehi.

· Kejayaan sesuatu pekerjaan itu adalah hasil persefahaman dan kerjasama yang erat.

· Sangat lembut apabila hendak sesuatu.

· Barang yang baik memang mahal tetapi tahan lama.

· Orang yang mampu(kaya, berilmu) segala maksudnya mudah tercapai.

· Memutuskan sama sekali perhubungan saudara atau sahabat.

· Membesar-besarkan sesuatu perkara yang kecil.

· Orang yang membuat pekerjaan yang ditegah, akhirnya mendapat malu.





PEPATAH: LATIHAN 2





1. Di mana bunga yang kembang, di situ kumbang banyak.



_________________________________________________________________



2. Di padang orang berlari-lari, di padang sendiri berjengket-jengket.



_________________________________________________________________



3. Ditangkap buaya nampak riaknya, ditangkap malas tak bertanda.



_________________________________________________________________



4. Elok kata dalam muafakat, buruk kata di luar muafakat.



_________________________________________________________________



5. Enggang sama enggang, pipit sama pipit.



_________________________________________________________________



6. Gagak lalu, punggur rebah.



_________________________________________________________________



7. Gajah berak besar, kancil pun hendak berak besar.



_________________________________________________________________



8. Gajah harimau di hutan hendak diburu, pijat-pijat di bantal tak dapat dihapuskan.



_________________________________________________________________



9. Gajah mati meninggalkan tulang, haimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama.



_________________________________________________________________



10. Gajah mati, tulang setimbun.



_________________________________________________________________



11. Gajah sama gajah berjuang, pelanduk mati di tengah-tengah.



_________________________________________________________________



12. Hendak bertanduk kepala dipahat.



_________________________________________________________________



13. Hendak menegakkan benang basah.



_________________________________________________________________



14. Hendak seribu daya, tak hendak seribu dalih.



_________________________________________________________________



15. Hidung tak mancung pipi tersorong-sorong.



_________________________________________________________________



16. Hidup dikandung adat, mati dikandung tanah.



_________________________________________________________________



17. Hidup segan mati tak mahu



_________________________________________________________________



18.Hilang adat tegal muafakat.



_________________________________________________________________



19. Hilang bahasa lenyap bangsa.



_________________________________________________________________



20. Hilang di mata, di hati jangan.



_________________________________________________________________



21. Hukum berdiri dengan saksi, adat berdiri dengan tanda.



_________________________________________________________________



22. Hutang darah dibayar darah, hutan nyawa, nyawa padahnya.



_________________________________________________________________



23. Indah kbahar daripada rupa.



_________________________________________________________________



24. Intan jika terbenam dalam diperlimpahan sekalipun tidak akan hilang cahayanya.



_________________________________________________________________



25.Jauhari jua yang mengenal manikam



_________________________________________________________________



26. Jauh berjalan banyak pemandangan, lama hidup banyak dirasa.



_________________________________________________________________



27. Jika tidak dipecahkan ruyung masakan dapat sagunya.



_________________________________________________________________



28. Jual sutera beli mastuli



_________________________________________________________________



29. Kalau baik buat teladan, kalau tak baik buat sempadan.



_________________________________________________________________



30. Kalau bukan rezeki, di mulut pun lari keluar.



_________________________________________________________________



31. Kalau tiada angin, masakan pokok bergoyang.



_________________________________________________________________



32.Kalau tidak ada berada-ada, masakan tempua bersarang rendah.



_________________________________________________________________



33. Kata biarlah dikotakan



_________________________________________________________________



34. Kayu mati berpunggur, manusia mati biar bernama.



_________________________________________________________________



35. Ke bukit sama didaki, ke lurah sama dituruni.



_________________________________________________________________



36. Kecil jangan disangka anak, besar jangan disangka bapa.



_________________________________________________________________



37. Ke mana tumpah kuah, kalau tidak ke nasi.



_________________________________________________________________



38. ke mudik tentu hulunya, ke hilir tentu muaranya.



_________________________________________________________________



39. Kerbau dipegang pada talinya, manusia dipegang pada janjinya.



_________________________________________________________________



40. Kerbau sekawan dapat dikawal, manusia seorang tiada terjaga.



_________________________________________________________________



· Mentadbir manusia sangat sukar

· Janji yang diucapkan mestilah ditepati

· Undang-undang agama kuat dengan keterangan-keterangan lisan, undang-undang adat kuat dengan tanda-tanda bukti.

· Setiap kejadian meninggalkan kesannya.

· Orang yang bijaksana dapat mengetahui kelebihan sesuatu perkara.

· Adat kebiasaan boleh diubah asalkan ada persetujuan daripada orang ramai.

· Tolong-menolong apabila membuat sesuatu pekerjaan sama ada susah atau senang.

· Hidup biar berjasa.

· Sesuatu itu akan kembali ke asalnya meskipun sedikit

· Walaupun tempat tinggal berjauhan tetapi kita selalu ingat di dalam hati.

· Orang baik, walau di mana berada tetap baik.

· Kalau bukan rezeki, apa yang dimiliki masih boleh terlepas.

· Hidup melarat( miskin atau selalu sakit)

· Jika sesuatu bahasa itu tidak digunakan lagi bererti bangsanya pun sudah tidak ada lagi/ Hilang budi bahasa, hilanglah darjat diri.

· Seseorang yang berkehendakkan sesuatu mestilah berusaha.

· Mengada-ngadakan atau suka menyibuk dalam urusan orang lain.

· Orang baik apabila mati meninggalkan nama yang mulia, manakala orang jahat akan meninggalkan nama yang hina.

· Orang yang berpendapatan kecil yang cuba berlagak dan berbelanja seperti orang yang berpendapatan besar, akhirnya dia juga akan susah.

· Keadaan sesuatu yang tidak sama seperti yang digambarkan.

· Sesuatu pekerjaan(perjalanan) haruslah ada ketentuannya.

· Keputusan yang dibuat melalui proses perundingan lebih baik daripada yang dibuat sendiri.

· Hendak membenarkan sesuatu hal atau perbuatan yang salah.

· Janji hendaklah ditepati.

· Kejahatan orang besar dan orang yang lebih kuat daripada kita hendak dibasmi, sedangkan kejahatan anak buah sendiri di rumah tidak dapat diatasi.

· Berlaku sesuatu perkara mesti ada sebabnya.

· Sifat malas baru nampak setelah disuruh membuat kerja.

· Menunjukkan kuasa dengan menzalimi yang lemah.

· Sanggup bersusah payah hanya kerana hendak mendapat sesuatu yang belum pasti.

· Jika hendak sesuatu macam-macam usaha, demikian juga jika tidak mahu, macam-macam alasan,

· Menggantikan sesuatu dengan yang lebih baik.

· Orang yang kaya dan berada takkan bergaul dengan orang yang papa atau miskin.

· Orang kaya apabila mati banyak meninggalkan harta.

· Selama masih hidup, mestilah menurut aturan-aturan yan berlaku, sudah mati terserahlah kepada hukum Tuhan.

· Rasa dendam kesumat yang tidak pernah padam.

· Suka memakan hak orang, hak sendiri disimpan.

· Di mana ada gadis cantik, di situ banyak laki-laki.

· Dua kuasa besar bertelingkah, negara lemah yang mendapat akibatnya.

· Banyak pengalaman.

· Tiru yang baik, jauhi yang jahat.

· Ilmu bukan hanya dimiliki oleh orang tua.










Perambahan Brunei (1)

Amai tangan= Suka menjangkau-jangkau sesuatu tanpa tujuan.
Ambuk Tunggal= Orang yang suka memencilkan diri.
Anak bala= Kanak-kanak yang nakal yang selalu mengusik dan menangiskan kanak-kanak lain.
Angat-angat dingin= Kurang sihat.
Barat mulut= Tidak suka bertegur sapa atau tidak suka bercakap.
Baangin= Orang yang tidak tetap pendirian.
Bakulat tangga= Orang yang tidak suka datang ke rumah orang lain.
Batolak baambit= Bertolak ansur
Cakap ambur-ambur= Cakap sembarangan
Cukup makan= Pendapatan yang tidak berlebihan.
Di bibir-bibir mulut= Suatu perkara yang hendak diperkatakan tetapi tiba-tiba lupa untuk mengungkapkannya, walaupun pada mulanya perkara tersebut ada dalam ingatan.
Ikat mati= ikatan yang tidak mudah dibuka.
Inda mau sirit= Tidak mahu bertolak ansur.
Jadi sasaban= Sesuatu yang dijadikan sebab atau alasan.
Kikik sauk-sauk= Orang yang tidak tetap fikiran atau pendirian.
Lantak mati= Harga yang tidak boleh ditawar lagi.
Mambuang usin= Berbelanja pada perkara yang kurang berfaedah.
Otak ambuyat= Orang yang bodoh.
Pilih-pilih langsat= Memilih untuk mendapatkan yang lebih baik tetapi akhirnya terpilih yang kurang baik.
Singit sabalah= Keputusan dan pertimbangan yang tidak seimbang, berat sebelah.
Tinggi-tinggi payau= Tinggi persekolahan pada nama sahaja sedangkan mata pelajaran yang senang pun tidak difahami.
Umpan alir= Orang yang dijadikan orang suruhan.



Perambahan Brunei (2)

Akal manampurung= Kanak-kanak lelaki yang culas terutama dalam pekerjaan, leceh dan mentah fikiran.
Ampar kajang= Orang yang jatuh terlentang akibat pukulan atau serangan deras daripada lawan.
Anak bungsu= Anak yang penghabisan.
Angkut-angkut semut= Membuat pekerjaan dengan perlahan.
Banyak tangan= Lebih daripada seorang yang menggunakan atau membuat sesuatu.
Bakulut-kulut= Sentiasa berdiam diri di sesuatu tempat.
Babuyah tangga= Datang berkali-kali untuk menagih hutang tetapi tidak berhasil.
Bulan timbul= Bulan akan datang
Cacah cabur= Perbuatan yang malar(tetap, terus-menerus)
Caradiknya macam buratak nasi= Percakapan yang tidak putus-putus.
Galak rasa= Tidak sedap badan atau berasa segan(malu)
Hitam baculik= Keadaan gelap gulita.
Iski hati= Gembira, riang atau suka.
Jahat mulut= Kasar bahasa.
Kuat hati= Kemahuan yang tinggi.
Luak pakak= Pucat lesu
Macam bara pacah di tambak= Keadaan yang riuh-rendah menjadi sunyi apabila orang yang disegani atau ditakuti hadir.
Malau-malu asam= Malu sedikit.
Mandi itik= Mandi dengan tergesa-gesa sehingga seluruh badan tidak basah.
Mandangar tongkat galagar= Percakapan yang ditakuti akan didengar oleh orang.
Menganyam bini= Merendah diri apabila berada di tempat orang.
Menganyam hutan= Orang yang tidak suka bergaul dan apabila berjumpa orang, dia akan melarikan diri.
Masin lidah= Cakap yang selalu diterima orang.
Mati akal= Hilang fikiran kerana kesuntukan masa untuk berfikir.
Mati buragan= Mati yang terbiar.
Pacah-pacah bigi= Tidak lancar ketika membaca.
Panas tangan= Tidak dapat berjimat cermat walaupun mempunyai pendapatan yang lumayan.
Puah mata= Mudah menangis.
Rabah rimpah= Jatuh bangun ketika berlari dalam keadaan kelam kabut.
Saangkat-angkat hati= Memberi sesuatu dengan seikhlas hati.
Sajuk tangan= Senang mendapat rezeki.
Saparadian kuyuk= Adik=beradik seibu tetapi berlainan bapa.
Singap tunggal= Keadan yang terlalu teruk (sakit, letih)
Turun-turun ayam= Membuat sesuatu kerja dengan tidak ada persediaan.
Ular lundung= Tidak mahu berusaha sendiri dan semata-mata mengharapkan belas kasihan daripada orang lain; orang yang malas.
Yatim junjungan= Orang yang kematian ibu bapa sejak lahir.

Perambahan Brunei (3)

Amas tampawan= Orang yang sangat dikasihi.
Anak aku-akuan= Anak yang diangkat pada nama sahaja kerana mengambil sukut(tuah) tetapi masih dalam tanggungan ibu bapanya yang sebenar.
Anak bunga tubuh= Anak sulung.
Ayam sigun= Orang yang handal, pendekar atau orang yang suka berkelahi.
Basah karing= Bekerja dengan tidak mengenal penat dan tidak menghiraukan sebarang kesukaran yang dihadapi.
Babuyah-buyah mulut= Banyak bercakap kerana menasihati seseorang tetapi nasihat itu tidak diikuti.
Buntak lamak= Gemuk dan pendek(lelaki).
Capak pahang= Makanan seharian.
Gatal tangan= Suka bekerja
Guring limpang= Bekerja bertungkus lumus.
Hitam malangut= Hitam legam.
Inda manulus tangga= Pergi atau datang dengan keadaan kelam-kabut.
Inut-inut bangking= Melakukan pekerjaan dengan perlahan dan cermat.
Isi parut= Rahsia sendiri.
Jajam hati= Cepat tanggapan dan kuat ingatan terutama dalam menerima pelajaran.
Jahat rasa= Badan kurang sihat.
Juling pancuri= Juling sekali-sekala.
Kambang asang= Ingin makan sesuatu.
Kambang bulu= Berasa ngeri atau seram.
Kapir malaun= Orang yang jahil tentang agama.
Karak wayang= Sangat gemar menonton wayang.
Kaya-kaya bajau= Berbelanja dengan seberapa banyak pada harta yang ada.
Kalangkahan dulang= Perempuan yang didahului kahwin oleh adik perempuannya.
Lamah liat= Lambat bergerak tetapi kerja yang dibuat berhasil juga.
Luncit sapanggalan= Perihal orang yang berbuat baik kepada dua orang yang bermusuhan untuk kepentingan dirinya sendiri.





SIMPULAN BAHASA

1.Ambil berat= ambil peduli, ambil endah.
2.Ambil tahu= Ambil endah
3.Anak bulan= Bulan sehari
4.Atas angin= Negara-negara di sebelah barat
5.Banyak mulut=Orang yang banyak bercakap
6.Bawah angin=Negara-negara di sebelah timur
7.Berat sebelah=Tidak adil,tidak seimbang
8.Berat tulang=Orang yang malas
9.Buah hati=Orang yang disayangi
10.Buah mulut=Sesuatu yang menjadi bahan perbualan atau percakapan orang ramai
11.buta huruf=Tidak tahu membaca dan menulis
12.Buta kayu=Buta huruf
13.Cepat tangan=Suka mencuri
14.Harga mati=Harga yang tidak boleh ditawar lagi
15.Harga pokok=Modal untuk membeli sesuatu barang
16.Isi hati=Perasaan atau fikiran seseorang
17.Jadi umang-umang=Berlagak dengan meminjam pakaian orang lain atau suka meniru tingkah laku orang
18.Kacang hantu=Orang yang jahat
19.Kecil hati=Seseorang yang terasa atau tersinggung oleh perbuatan atau percakapan orang lain.
20.Kucing kurap=Orang yang dipandang hina
21.Kutu embun= Orang yang suka merayau-rayau sehingga lewat malam tanpa tujuan
22.Kutu jalan=Orang yang suka merayau-rayau pada waktu malam tanpa tujuan
23.Langkah kanan=Bernasib baik
24.Langkah kiri=Tidak bernasib baik
25.Lipas kudung=Orang yang boleh melakukan pekerjaan dengan pantas dan menghasilkan kerja yang baik
26.Masuk angin=Perbuatan atau usaha yang tidak menghasilkan apa-apa faaedah
27.Mati celek=orang yang mati sebelum hajatnya tercapai.
28.Meriam buluh= Gertak sahaja yang kuat tapi tidak ada apa-apa tindakan.
29.Minta nyawa=Minta diampunkan supaya jangan dibunuh
30.Muka tembok= Orang yang tidak tahu malu
31.Naik angin=Orang yang sedang marah
32.Nujum Pak Belalang=Meneka-neka sahaja
33.Orang gaji=Pembantu rumah(orang yang bekerja di rumah orang lain dan mendapat gaji)
34.Orang rumah=Isteri
35.Pak turut=Orang yang tidak mempunyai pendirian, menurut apa sahaja yang disuruh tanpa apa-apa bantahan.
36.Pasar gelap=Berjual beli secara haram atau melakukan perniagaan yang melanggar undang-undang negara.
37.Pilih kasih=Memilih atai melebihkan pandangan atau kasih sayang kepada orang yang dikasihi atau yang hampir sahaja.
38.Pulang pokok=Untung tidak,rugi pun tidak
39.Quran buruk=Orang atau benda yang menjadikan kita serba salah, hendak dipakai tidak berguna hendak dibuang tidak boleh.
40.Rambang mata=Sukar untuk memilih sesuatu.
41.Salah langkah=Rancangan yang tidak teratur akibatnya bencana yang tidak diingini akan berlaku.
42.Tangkap basah=Ditangkap ketika melakukan perbuatan sumbang(berkhalwat).
43.Telinga nipis=Orang yang mudah marah
44.Terang-terang tanah=Waktu awal pagi
45.Tin kosong=Cakap sahaja banyak tapi kerjanya sedikit.
46.Tolak ansur=Membuat sesuatu pertimbangan yang boleh diterima oleh semua pihak.
47.Tua-tua keladi=Orang tua yang berperangai seperti anak muda.



Simpulan Bahasa(2)

1. Akal kancil= Orang yang cerdik.

Alas perut= Makan sedikit sebelum mendapat makanan yang lebih mengenyangkan.
Ambil ringan= Kurang mengambil perhatian terhadap sesuatu perkara.
Anak angkat= Anak orang lain yang dipelihara sebagai anak sendiri.
Anak buah= Orang yang di bawah jagaan seorang ketua.
Anak tut= Anak orang lain yang seperti anak sendiri.
Anak mata= Orang yang sangat dikasihi/ mata hitam.
Ayam tambatan= Orang yang menjadi harapan dalam satu-satu kumpulan kerana kepandaian atau kegagahannya.
Bapa ayam= Suami yang malas atau pun tidak bertanggungjawab terhadap keluarga.
Bau-bau bacabg= Pertalian persaudaraan yang agak jauh.
Batu api= Penghasut.
Bahasa kesat= Bahasa kasar yang digunakan dalam percakapan atau persuratan yang menyakitkan hati orang lain apabila mendengar atau membaca.
Bahasa pasar= Bahasa yang dugunakan dalam pertuturan sehari-hari yang tidak betul nahu atau susunan ayatnya.
Bekas tangan= Hasil kerja seseorang.
Beri jalan= Memberi peluang.
Beri muka= Memanjakan seseorang dengan membiarkannya membuat sesuka hatinya.
Bertegang urat= Berlawan cakap kerana hendak menegakkan pendapat masing-masing.
Bendera putih= Menyerah diri atau mengaku kalah.
Bintang terang= Bertuah atau bernasib baik.
Bulat hati= Keputusan atau fikiran yang muktamat mengenai sesuatu perkara atau sudah nekad.
Cahaya mata= Anak
Cangkul angin= Membuat kerja yang tidak berfaedah.
Cakap angin= Percakapan yang tidak berfaedah atau cakap kosong.
Cari jalan= Berikhtiar atau berusaha untuk melakukan sesuatu.
Cencaru makan petang= Orang yang mendapat kemenangan atau keuntungan di saat akhir sesuatu perlawanan.
Dalam tangan= Sudah pasti dapat.
Duit teh= Rasuah.
Gaji buta= Mendapat gaji atau upah tanpa bekerja atau membuat kerja yang ringan sahaja.
Gelap mata= Mengamuk kerana terlalu marah atau hilang fikiran.
Gila-gila bahasa= Kurang waras fikirannya atau berkelakuan kasar dan tidak senonoh.
Hati batu= Degil atau tidak mempunyai belas kasihan.
Hidung belang= Lelaki yang suka mengganggu atau menggoda perempuan.
Hidung tinggi= Sombong atau angkuh.
Ikat perut= Menahan lapar kerana berjimat atau tidak mampu membeli.
Iri hati= Cemburu.
Kaki ayam= Tidak memakai kasut atau selipar.
Kaki botol= Suka minum minuman keras(arak).
kepala angin= Orang yang tidak tetap perangainya.
Keras hati= Tidak mahu mengikut kata atau nasihat orang lain.
Khabar angin= Berita yang belum tentu betulnya.
Lepas tangan= Tidak mahu mengambil tahu atau tidak mahu bertanggungjawab dalam sesuatu perkara.
Makan suap= Menerima rasuah.
Mandi peluh= Bekerja kuat.
Membabi buta= Melakukan sesuatu tanpa berfikir dahulu.
Minta diri= Minta kebenaran hendak pulang atau keluar dari sesuatu majlis.
Mulut tempayan= Orang yang tidak boleh menyimpan rahsia.
Neraka dunia= Keadaan hidup yang amat susah atau azab.
Pasang jerat= Menjual sesuatu barang dengan kadar harga yang tinggi kerana mengetahui orang berkenaan amat memerlukan barang itu.
Putih mata= kecewa atau mendapat malu.
Tahan hati= Sabar
Tahi judi= Orang yang suka berjudi.
Talam dua muka= Orang yangmencari keuntungan dengan berbuat baik di antara dua pihak yang bermusuhan.
Tak kering gusi= Sentiasa ketawa kerana sesuatu sebab yang sangat menggelikan hati.

Simpulan Bahasa(3)

1. Ada angin= Sikap seseorang yang tak menentu.

Air muka= Keadaan wajah seseorang.
Alas cakap= Percakapan yang bersopan atau bertertib.
Anak emas= Anak kesayangan dalam sesebuah keluarga.
Angkat diri= Mmemuji diri sendiri.
Angkat kaki= Meninggalkan sesuatu tempat dengan segera.
Angkat muka= Berasa megah dengan kelebihan sendiri.
Atas pagar= Berkecuali atau tidak mencampuri hal orang lain.
Banyak lemak= Cerewet atau banyak dalih.
Barang kemas= Barang perhiasan kaum wanita.
Batu loncatan= Orang atau tempat yang dijadikan alat untuk mencapai hajat yang lain.
Berat mulut= Pendiam atau tidak banyak bercakap.
Bergolok-bergadai= Sanggup berhabis-habisan harta benda demi mencapai hajat.
Bawa bersemuka= Berbincang tentang sesuatu hal.
Buah pena= Karya atau hasil tulisan.
Buat duit= Berusaha mencari keuntungan.
Buat helah= Berdalih.
Bulat fikiran= Fikiran atau pendapat yang tetap dan tidak berubah.
Buruk siku= Meminta kembali barang yang telah diberikan kepada seseorang.
Campur tangan= Mencampuri urusan orang lain.
Curi tulang= Culas bekerja atau berpura-pura bekerja.
Dapat terpijak= Mendapat sesuatu dengan mudah.
Geli hati= Ketawa kerana lucu.
Gila pangkat= Terlalu mementingkan atau mengejar kedudukan.
Gelegar buluh= Orang yang hanya pandai berkata tetapi tidak tahu melakukannya.
Hancur hati= Perasaan sedih atau kecewa.
Jadi angin= Sesuatu yang tidak boleh dipakai lagi atau rosak.
Jauh hati= sedih kerana tersinggung perasaan.
Jiwa besar= Sikap yang tidak mahu mengalah atau tidak mudah dipengaruhi oleh orang lain.
Ibu ayam= Perempuan yang mengetuai suatu sendiket pelacuran.
Ibu keladi= Orang yang duduk di tengah-tengahdalam suatu perkumpulan.
Kera sumbang= Tidak berkawan atau orang yang suka mengasingkan diri.
Keramat hidup= Orang yang baik budi bicaranya atau terkenal.
Kuku besi= Pemerintahan diktator atau kejam lagi zalim.
Makan hati= Merana.
Mandi kerbau= Mandi yang tidak bersih.
Mati katak= Mati yang tidak dipedulikan.
Orang tengah= Orang yang menjadi perantaraan orang lain.
Pisau cukur= Perempuan yang suka menghabiskan harta lelaki secara menipu.
Pulang paku= Balik modal sahaja.
Sakit mata= Sesuatu yang kurang elok dipandang.
Setengah tiang= Tidak berapa siuman.
Tanda mata= Hadiah untuk kenang-kenangan.
Titik peluh= Hasil usaha.
Teksi sapu= Melakukan sesuatu pekerjaan yang bertentangan secara sembunyi-sembunyi.
Telinga kuali= Kurang pendengaran.
Zaman atom= Zaman moden.

tugas B.Siti syarifah

Pepatah: Latihan 1



1. Ada air adalah ikan.



______________________________________________________________________________



2. Ada batang mati, ada cendawan tumbuh.



______________________________________________________________________________



3. Ada kerak ada nasi.



______________________________________________________________________________



4. Ada udang di sebalik batu.



______________________________________________________________________________



5. Adat bersendikan syarak, syarak bersendikan kitabullah.



______________________________________________________________________________



6. Adat juara kalah menang.



______________________________________________________________________________



7. Adat lama pusaka usang.



______________________________________________________________________________



8. Cubit paha kiri paha kanan terasa.



______________________________________________________________________________



9. Adat muda menanggung rindu.



______________________________________________________________________________



10. Adat tua menahan ragam.



______________________________________________________________________________



11. Air ditetak tidak akan putus.



______________________________________________________________________________





12. Air pun ada pasang surutnya.



______________________________________________________________________________



13. Air setitik dilautkan, tanah seketul digunungkan.



______________________________________________________________________________



14. Air yang penuh dalam tempayan itu tidak akan berkocak.



______________________________________________________________________________







15. Alah bisa tegal biasa.



______________________________________________________________________________



16. Alah sabung menang sorak.



______________________________________________________________________________



17. Ayam terlepas tangan bau tahi.



______________________________________________________________________________



18. Bagaimana acuan begitulah kuihnya.



______________________________________________________________________________



19. Bagaimana gendang begitulah tarinya.



______________________________________________________________________________



20. Bapa borek anak rintik.



______________________________________________________________________________



21. Belakang parang diasah lagikan tajam.



______________________________________________________________________________



22. Berani malu takut mati.



______________________________________________________________________________



23. Berapa panjang lunjur, begitu panjang selimut.



______________________________________________________________________________



24. Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing.



______________________________________________________________________________



25. Berat mata memandang, berat lagi bahu memikut.



______________________________________________________________________________



26. Bergalah ke hilir tertawa buaya, bersuluh di bulan terang tertawa harimau.



______________________________________________________________________________



27. Berkelahi dahulu pendapatan, berkelahi kemudian kerugian.



______________________________________________________________________________



28. Berpatah arang, berkerat rotan.



______________________________________________________________________________



29. Besar periuk besar keraknya.



______________________________________________________________________________





30. Biar alah membeli, asalkan menang memakai.



______________________________________________________________________________



31. Biar badan penat asalkan hati senang.



______________________________________________________________________________



32. Biduk lalu kiambang bertaut.



______________________________________________________________________________



33. Bila meminta, lembut gigi daripada lidah.



______________________________________________________________________________



34. Bodoh-bodoh sepat, tak makan pancing emas.



______________________________________________________________________________



35. Bulat air kerana pembentung, bulat manusia kerana muafakat.



______________________________________________________________________________



36. Bunga disunting, perdu ditendang.



______________________________________________________________________________



37. Burung terbang dipipiskan lada.



______________________________________________________________________________



38. Busuk-busuk daging dikincah, dimakan, busuk-busuk ikan dibuang.



______________________________________________________________________________



39. Diam-diam ubi berisi, diam-diam penggali berkarat.

______________________________________________________________________________





40. Di mana bumi dipijak, di sana langit dijunjung.



______________________________________________________________________________



41. Ada gula adalah semut.



______________________________________________________________________________



42. Ada padi semua kerja jadi, ada beras semua kerja deras.



______________________________________________________________________________



43. Berani kerana benar takut kerana salah.



______________________________________________________________________________



44. Benih yang baik jikalau jatuh ke laut menjadi pulau.



______________________________________________________________________________







· Hendaklah menurut adat dan aturan tempat kita diami.

· Orang yang berpendapatan besar, besar juga perbelanjaannya.

· Perbuatan bodoh ditertawakan orang.

· Perihal muafakat dalam sesuatu pekerjaan; sama-sama mengerjakan walaupun susah ataupun senang.

· Jika seseorang yang bodoh itu menerima ajaran dan bimbingan yang teratur dan berterusan pasti akan pandai juga.

· Bagaimana sekalipun kejahatan saudara atau keluarga sendiri, tidak sampai hati untuk menyalahkan seperti kita menyalahkan orang lain.

· Dua pihak yang berselisih faham akan berbaik semula sekiranya penghasut dapat disingkirkan.

· Nampak bodoh tetapi tak boleh ditipu.

· Mengikut keadaan di sesuatu tempat kita berada.

· Keadaan kehidupan seseorang tidak tetap, adakalanya senang dan adakalanya susah.

· Tetap dengan pendirian yang benar dan berani bersuara kerananya.

· Tiap-tiap usaha ada untung ruginya.

· Betapa beratnya mata kita melihat kesusahan yang dialami oleh orang lain, berat lagi penderitaan itu pada orang yang menanggungnya.

· Adat yang telah ada sejak zaman-berzaman.

· Di mana juga kita tinggal, akan ada rezeki kita.

· Rezeki ada di mana-mana.

· Orang muda tentu dilamun cinta.

· Hidup mestilah mengikut kadar kemampuan atau keupayaan dan janganlah berlebihan.

· Diam orang yang berilmu berfikir, sementara diam orang yang bodoh itu sia-sia sahaja.

· Isteri dikasihi, mertua dibenci.

· Pergaulan di dalam masyarakat hendaklah sesuai dengan adat dan syarak

· Anak menurut baka ibu bapanya; sesuatu itu menurut asalnya.

· Di mana ada rezeki, di situ ramai orang.

· Dua orang yang bersaudara tidak dapat dipisahkan oleh perselisihan.

· Orang yang berani membuat sesuatu pekerjaan larangan, setelah dibuatnya baharu menyesal.

· Memarahi ahli keluarga sendiri tetapi yang lain pula yang terasa.

· Tiap kejadian ada bekasnya.

· Kerja yang susah menjadi senang jika biasa melakukannya.

· Anak mencontohi kelakuan bapanya.

· Orang yang berketurunan baik akan berkelakuan baik di mana-mana sahaja ia berada.

· Mengerjakan sesuatu pekerjaan dengan senang hati.

· Muslihat yang tersembunyi di sebalik perbualan atau perkataan.

· Fikir baik-baik supaya tidak menyesal.

· Biarpun kalah tetapi cakapnya masih tinggi.

· Orang tua terpaksalah menahan perasaan yang tidak menyenangkan hati kerana perbuatan anak cucunya.

· Orang yang banyak ilmu pengetahuan tidak suka bercakap besar atau membanggakan diri.

· Merancang sesuatu yang belum pasti diperolehi.

· Kejayaan sesuatu pekerjaan itu adalah hasil persefahaman dan kerjasama yang erat.

· Sangat lembut apabila hendak sesuatu.

· Barang yang baik memang mahal tetapi tahan lama.

· Orang yang mampu(kaya, berilmu) segala maksudnya mudah tercapai.

· Memutuskan sama sekali perhubungan saudara atau sahabat.

· Membesar-besarkan sesuatu perkara yang kecil.

· Orang yang membuat pekerjaan yang ditegah, akhirnya mendapat malu.





PEPATAH: LATIHAN 2





1. Di mana bunga yang kembang, di situ kumbang banyak.



_________________________________________________________________



2. Di padang orang berlari-lari, di padang sendiri berjengket-jengket.



_________________________________________________________________



3. Ditangkap buaya nampak riaknya, ditangkap malas tak bertanda.



_________________________________________________________________



4. Elok kata dalam muafakat, buruk kata di luar muafakat.



_________________________________________________________________



5. Enggang sama enggang, pipit sama pipit.



_________________________________________________________________



6. Gagak lalu, punggur rebah.



_________________________________________________________________



7. Gajah berak besar, kancil pun hendak berak besar.



_________________________________________________________________



8. Gajah harimau di hutan hendak diburu, pijat-pijat di bantal tak dapat dihapuskan.



_________________________________________________________________



9. Gajah mati meninggalkan tulang, haimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama.



_________________________________________________________________



10. Gajah mati, tulang setimbun.



_________________________________________________________________



11. Gajah sama gajah berjuang, pelanduk mati di tengah-tengah.



_________________________________________________________________



12. Hendak bertanduk kepala dipahat.



_________________________________________________________________



13. Hendak menegakkan benang basah.



_________________________________________________________________



14. Hendak seribu daya, tak hendak seribu dalih.



_________________________________________________________________



15. Hidung tak mancung pipi tersorong-sorong.



_________________________________________________________________



16. Hidup dikandung adat, mati dikandung tanah.



_________________________________________________________________



17. Hidup segan mati tak mahu



_________________________________________________________________



18.Hilang adat tegal muafakat.



_________________________________________________________________



19. Hilang bahasa lenyap bangsa.



_________________________________________________________________



20. Hilang di mata, di hati jangan.



_________________________________________________________________



21. Hukum berdiri dengan saksi, adat berdiri dengan tanda.



_________________________________________________________________



22. Hutang darah dibayar darah, hutan nyawa, nyawa padahnya.



_________________________________________________________________



23. Indah kbahar daripada rupa.



_________________________________________________________________



24. Intan jika terbenam dalam diperlimpahan sekalipun tidak akan hilang cahayanya.



_________________________________________________________________



25.Jauhari jua yang mengenal manikam



_________________________________________________________________



26. Jauh berjalan banyak pemandangan, lama hidup banyak dirasa.



_________________________________________________________________



27. Jika tidak dipecahkan ruyung masakan dapat sagunya.



_________________________________________________________________



28. Jual sutera beli mastuli



_________________________________________________________________



29. Kalau baik buat teladan, kalau tak baik buat sempadan.



_________________________________________________________________



30. Kalau bukan rezeki, di mulut pun lari keluar.



_________________________________________________________________



31. Kalau tiada angin, masakan pokok bergoyang.



_________________________________________________________________



32.Kalau tidak ada berada-ada, masakan tempua bersarang rendah.



_________________________________________________________________



33. Kata biarlah dikotakan



_________________________________________________________________



34. Kayu mati berpunggur, manusia mati biar bernama.



_________________________________________________________________



35. Ke bukit sama didaki, ke lurah sama dituruni.



_________________________________________________________________



36. Kecil jangan disangka anak, besar jangan disangka bapa.



_________________________________________________________________



37. Ke mana tumpah kuah, kalau tidak ke nasi.



_________________________________________________________________



38. ke mudik tentu hulunya, ke hilir tentu muaranya.



_________________________________________________________________



39. Kerbau dipegang pada talinya, manusia dipegang pada janjinya.



_________________________________________________________________



40. Kerbau sekawan dapat dikawal, manusia seorang tiada terjaga.



_________________________________________________________________



· Mentadbir manusia sangat sukar

· Janji yang diucapkan mestilah ditepati

· Undang-undang agama kuat dengan keterangan-keterangan lisan, undang-undang adat kuat dengan tanda-tanda bukti.

· Setiap kejadian meninggalkan kesannya.

· Orang yang bijaksana dapat mengetahui kelebihan sesuatu perkara.

· Adat kebiasaan boleh diubah asalkan ada persetujuan daripada orang ramai.

· Tolong-menolong apabila membuat sesuatu pekerjaan sama ada susah atau senang.

· Hidup biar berjasa.

· Sesuatu itu akan kembali ke asalnya meskipun sedikit

· Walaupun tempat tinggal berjauhan tetapi kita selalu ingat di dalam hati.

· Orang baik, walau di mana berada tetap baik.

· Kalau bukan rezeki, apa yang dimiliki masih boleh terlepas.

· Hidup melarat( miskin atau selalu sakit)

· Jika sesuatu bahasa itu tidak digunakan lagi bererti bangsanya pun sudah tidak ada lagi/ Hilang budi bahasa, hilanglah darjat diri.

· Seseorang yang berkehendakkan sesuatu mestilah berusaha.

· Mengada-ngadakan atau suka menyibuk dalam urusan orang lain.

· Orang baik apabila mati meninggalkan nama yang mulia, manakala orang jahat akan meninggalkan nama yang hina.

· Orang yang berpendapatan kecil yang cuba berlagak dan berbelanja seperti orang yang berpendapatan besar, akhirnya dia juga akan susah.

· Keadaan sesuatu yang tidak sama seperti yang digambarkan.

· Sesuatu pekerjaan(perjalanan) haruslah ada ketentuannya.

· Keputusan yang dibuat melalui proses perundingan lebih baik daripada yang dibuat sendiri.

· Hendak membenarkan sesuatu hal atau perbuatan yang salah.

· Janji hendaklah ditepati.

· Kejahatan orang besar dan orang yang lebih kuat daripada kita hendak dibasmi, sedangkan kejahatan anak buah sendiri di rumah tidak dapat diatasi.

· Berlaku sesuatu perkara mesti ada sebabnya.

· Sifat malas baru nampak setelah disuruh membuat kerja.

· Menunjukkan kuasa dengan menzalimi yang lemah.

· Sanggup bersusah payah hanya kerana hendak mendapat sesuatu yang belum pasti.

· Jika hendak sesuatu macam-macam usaha, demikian juga jika tidak mahu, macam-macam alasan,

· Menggantikan sesuatu dengan yang lebih baik.

· Orang yang kaya dan berada takkan bergaul dengan orang yang papa atau miskin.

· Orang kaya apabila mati banyak meninggalkan harta.

· Selama masih hidup, mestilah menurut aturan-aturan yan berlaku, sudah mati terserahlah kepada hukum Tuhan.

· Rasa dendam kesumat yang tidak pernah padam.

· Suka memakan hak orang, hak sendiri disimpan.

· Di mana ada gadis cantik, di situ banyak laki-laki.

· Dua kuasa besar bertelingkah, negara lemah yang mendapat akibatnya.

· Banyak pengalaman.

· Tiru yang baik, jauhi yang jahat.

· Ilmu bukan hanya dimiliki oleh orang tua.










Perambahan Brunei (1)

Amai tangan= Suka menjangkau-jangkau sesuatu tanpa tujuan.
Ambuk Tunggal= Orang yang suka memencilkan diri.
Anak bala= Kanak-kanak yang nakal yang selalu mengusik dan menangiskan kanak-kanak lain.
Angat-angat dingin= Kurang sihat.
Barat mulut= Tidak suka bertegur sapa atau tidak suka bercakap.
Baangin= Orang yang tidak tetap pendirian.
Bakulat tangga= Orang yang tidak suka datang ke rumah orang lain.
Batolak baambit= Bertolak ansur
Cakap ambur-ambur= Cakap sembarangan
Cukup makan= Pendapatan yang tidak berlebihan.
Di bibir-bibir mulut= Suatu perkara yang hendak diperkatakan tetapi tiba-tiba lupa untuk mengungkapkannya, walaupun pada mulanya perkara tersebut ada dalam ingatan.
Ikat mati= ikatan yang tidak mudah dibuka.
Inda mau sirit= Tidak mahu bertolak ansur.
Jadi sasaban= Sesuatu yang dijadikan sebab atau alasan.
Kikik sauk-sauk= Orang yang tidak tetap fikiran atau pendirian.
Lantak mati= Harga yang tidak boleh ditawar lagi.
Mambuang usin= Berbelanja pada perkara yang kurang berfaedah.
Otak ambuyat= Orang yang bodoh.
Pilih-pilih langsat= Memilih untuk mendapatkan yang lebih baik tetapi akhirnya terpilih yang kurang baik.
Singit sabalah= Keputusan dan pertimbangan yang tidak seimbang, berat sebelah.
Tinggi-tinggi payau= Tinggi persekolahan pada nama sahaja sedangkan mata pelajaran yang senang pun tidak difahami.
Umpan alir= Orang yang dijadikan orang suruhan.



Perambahan Brunei (2)

Akal manampurung= Kanak-kanak lelaki yang culas terutama dalam pekerjaan, leceh dan mentah fikiran.
Ampar kajang= Orang yang jatuh terlentang akibat pukulan atau serangan deras daripada lawan.
Anak bungsu= Anak yang penghabisan.
Angkut-angkut semut= Membuat pekerjaan dengan perlahan.
Banyak tangan= Lebih daripada seorang yang menggunakan atau membuat sesuatu.
Bakulut-kulut= Sentiasa berdiam diri di sesuatu tempat.
Babuyah tangga= Datang berkali-kali untuk menagih hutang tetapi tidak berhasil.
Bulan timbul= Bulan akan datang
Cacah cabur= Perbuatan yang malar(tetap, terus-menerus)
Caradiknya macam buratak nasi= Percakapan yang tidak putus-putus.
Galak rasa= Tidak sedap badan atau berasa segan(malu)
Hitam baculik= Keadaan gelap gulita.
Iski hati= Gembira, riang atau suka.
Jahat mulut= Kasar bahasa.
Kuat hati= Kemahuan yang tinggi.
Luak pakak= Pucat lesu
Macam bara pacah di tambak= Keadaan yang riuh-rendah menjadi sunyi apabila orang yang disegani atau ditakuti hadir.
Malau-malu asam= Malu sedikit.
Mandi itik= Mandi dengan tergesa-gesa sehingga seluruh badan tidak basah.
Mandangar tongkat galagar= Percakapan yang ditakuti akan didengar oleh orang.
Menganyam bini= Merendah diri apabila berada di tempat orang.
Menganyam hutan= Orang yang tidak suka bergaul dan apabila berjumpa orang, dia akan melarikan diri.
Masin lidah= Cakap yang selalu diterima orang.
Mati akal= Hilang fikiran kerana kesuntukan masa untuk berfikir.
Mati buragan= Mati yang terbiar.
Pacah-pacah bigi= Tidak lancar ketika membaca.
Panas tangan= Tidak dapat berjimat cermat walaupun mempunyai pendapatan yang lumayan.
Puah mata= Mudah menangis.
Rabah rimpah= Jatuh bangun ketika berlari dalam keadaan kelam kabut.
Saangkat-angkat hati= Memberi sesuatu dengan seikhlas hati.
Sajuk tangan= Senang mendapat rezeki.
Saparadian kuyuk= Adik=beradik seibu tetapi berlainan bapa.
Singap tunggal= Keadan yang terlalu teruk (sakit, letih)
Turun-turun ayam= Membuat sesuatu kerja dengan tidak ada persediaan.
Ular lundung= Tidak mahu berusaha sendiri dan semata-mata mengharapkan belas kasihan daripada orang lain; orang yang malas.
Yatim junjungan= Orang yang kematian ibu bapa sejak lahir.

Perambahan Brunei (3)

Amas tampawan= Orang yang sangat dikasihi.
Anak aku-akuan= Anak yang diangkat pada nama sahaja kerana mengambil sukut(tuah) tetapi masih dalam tanggungan ibu bapanya yang sebenar.
Anak bunga tubuh= Anak sulung.
Ayam sigun= Orang yang handal, pendekar atau orang yang suka berkelahi.
Basah karing= Bekerja dengan tidak mengenal penat dan tidak menghiraukan sebarang kesukaran yang dihadapi.
Babuyah-buyah mulut= Banyak bercakap kerana menasihati seseorang tetapi nasihat itu tidak diikuti.
Buntak lamak= Gemuk dan pendek(lelaki).
Capak pahang= Makanan seharian.
Gatal tangan= Suka bekerja
Guring limpang= Bekerja bertungkus lumus.
Hitam malangut= Hitam legam.
Inda manulus tangga= Pergi atau datang dengan keadaan kelam-kabut.
Inut-inut bangking= Melakukan pekerjaan dengan perlahan dan cermat.
Isi parut= Rahsia sendiri.
Jajam hati= Cepat tanggapan dan kuat ingatan terutama dalam menerima pelajaran.
Jahat rasa= Badan kurang sihat.
Juling pancuri= Juling sekali-sekala.
Kambang asang= Ingin makan sesuatu.
Kambang bulu= Berasa ngeri atau seram.
Kapir malaun= Orang yang jahil tentang agama.
Karak wayang= Sangat gemar menonton wayang.
Kaya-kaya bajau= Berbelanja dengan seberapa banyak pada harta yang ada.
Kalangkahan dulang= Perempuan yang didahului kahwin oleh adik perempuannya.
Lamah liat= Lambat bergerak tetapi kerja yang dibuat berhasil juga.
Luncit sapanggalan= Perihal orang yang berbuat baik kepada dua orang yang bermusuhan untuk kepentingan dirinya sendiri.





SIMPULAN BAHASA

1.Ambil berat= ambil peduli, ambil endah.
2.Ambil tahu= Ambil endah
3.Anak bulan= Bulan sehari
4.Atas angin= Negara-negara di sebelah barat
5.Banyak mulut=Orang yang banyak bercakap
6.Bawah angin=Negara-negara di sebelah timur
7.Berat sebelah=Tidak adil,tidak seimbang
8.Berat tulang=Orang yang malas
9.Buah hati=Orang yang disayangi
10.Buah mulut=Sesuatu yang menjadi bahan perbualan atau percakapan orang ramai
11.buta huruf=Tidak tahu membaca dan menulis
12.Buta kayu=Buta huruf
13.Cepat tangan=Suka mencuri
14.Harga mati=Harga yang tidak boleh ditawar lagi
15.Harga pokok=Modal untuk membeli sesuatu barang
16.Isi hati=Perasaan atau fikiran seseorang
17.Jadi umang-umang=Berlagak dengan meminjam pakaian orang lain atau suka meniru tingkah laku orang
18.Kacang hantu=Orang yang jahat
19.Kecil hati=Seseorang yang terasa atau tersinggung oleh perbuatan atau percakapan orang lain.
20.Kucing kurap=Orang yang dipandang hina
21.Kutu embun= Orang yang suka merayau-rayau sehingga lewat malam tanpa tujuan
22.Kutu jalan=Orang yang suka merayau-rayau pada waktu malam tanpa tujuan
23.Langkah kanan=Bernasib baik
24.Langkah kiri=Tidak bernasib baik
25.Lipas kudung=Orang yang boleh melakukan pekerjaan dengan pantas dan menghasilkan kerja yang baik
26.Masuk angin=Perbuatan atau usaha yang tidak menghasilkan apa-apa faaedah
27.Mati celek=orang yang mati sebelum hajatnya tercapai.
28.Meriam buluh= Gertak sahaja yang kuat tapi tidak ada apa-apa tindakan.
29.Minta nyawa=Minta diampunkan supaya jangan dibunuh
30.Muka tembok= Orang yang tidak tahu malu
31.Naik angin=Orang yang sedang marah
32.Nujum Pak Belalang=Meneka-neka sahaja
33.Orang gaji=Pembantu rumah(orang yang bekerja di rumah orang lain dan mendapat gaji)
34.Orang rumah=Isteri
35.Pak turut=Orang yang tidak mempunyai pendirian, menurut apa sahaja yang disuruh tanpa apa-apa bantahan.
36.Pasar gelap=Berjual beli secara haram atau melakukan perniagaan yang melanggar undang-undang negara.
37.Pilih kasih=Memilih atai melebihkan pandangan atau kasih sayang kepada orang yang dikasihi atau yang hampir sahaja.
38.Pulang pokok=Untung tidak,rugi pun tidak
39.Quran buruk=Orang atau benda yang menjadikan kita serba salah, hendak dipakai tidak berguna hendak dibuang tidak boleh.
40.Rambang mata=Sukar untuk memilih sesuatu.
41.Salah langkah=Rancangan yang tidak teratur akibatnya bencana yang tidak diingini akan berlaku.
42.Tangkap basah=Ditangkap ketika melakukan perbuatan sumbang(berkhalwat).
43.Telinga nipis=Orang yang mudah marah
44.Terang-terang tanah=Waktu awal pagi
45.Tin kosong=Cakap sahaja banyak tapi kerjanya sedikit.
46.Tolak ansur=Membuat sesuatu pertimbangan yang boleh diterima oleh semua pihak.
47.Tua-tua keladi=Orang tua yang berperangai seperti anak muda.



Simpulan Bahasa(2)

1. Akal kancil= Orang yang cerdik.

Alas perut= Makan sedikit sebelum mendapat makanan yang lebih mengenyangkan.
Ambil ringan= Kurang mengambil perhatian terhadap sesuatu perkara.
Anak angkat= Anak orang lain yang dipelihara sebagai anak sendiri.
Anak buah= Orang yang di bawah jagaan seorang ketua.
Anak tut= Anak orang lain yang seperti anak sendiri.
Anak mata= Orang yang sangat dikasihi/ mata hitam.
Ayam tambatan= Orang yang menjadi harapan dalam satu-satu kumpulan kerana kepandaian atau kegagahannya.
Bapa ayam= Suami yang malas atau pun tidak bertanggungjawab terhadap keluarga.
Bau-bau bacabg= Pertalian persaudaraan yang agak jauh.
Batu api= Penghasut.
Bahasa kesat= Bahasa kasar yang digunakan dalam percakapan atau persuratan yang menyakitkan hati orang lain apabila mendengar atau membaca.
Bahasa pasar= Bahasa yang dugunakan dalam pertuturan sehari-hari yang tidak betul nahu atau susunan ayatnya.
Bekas tangan= Hasil kerja seseorang.
Beri jalan= Memberi peluang.
Beri muka= Memanjakan seseorang dengan membiarkannya membuat sesuka hatinya.
Bertegang urat= Berlawan cakap kerana hendak menegakkan pendapat masing-masing.
Bendera putih= Menyerah diri atau mengaku kalah.
Bintang terang= Bertuah atau bernasib baik.
Bulat hati= Keputusan atau fikiran yang muktamat mengenai sesuatu perkara atau sudah nekad.
Cahaya mata= Anak
Cangkul angin= Membuat kerja yang tidak berfaedah.
Cakap angin= Percakapan yang tidak berfaedah atau cakap kosong.
Cari jalan= Berikhtiar atau berusaha untuk melakukan sesuatu.
Cencaru makan petang= Orang yang mendapat kemenangan atau keuntungan di saat akhir sesuatu perlawanan.
Dalam tangan= Sudah pasti dapat.
Duit teh= Rasuah.
Gaji buta= Mendapat gaji atau upah tanpa bekerja atau membuat kerja yang ringan sahaja.
Gelap mata= Mengamuk kerana terlalu marah atau hilang fikiran.
Gila-gila bahasa= Kurang waras fikirannya atau berkelakuan kasar dan tidak senonoh.
Hati batu= Degil atau tidak mempunyai belas kasihan.
Hidung belang= Lelaki yang suka mengganggu atau menggoda perempuan.
Hidung tinggi= Sombong atau angkuh.
Ikat perut= Menahan lapar kerana berjimat atau tidak mampu membeli.
Iri hati= Cemburu.
Kaki ayam= Tidak memakai kasut atau selipar.
Kaki botol= Suka minum minuman keras(arak).
kepala angin= Orang yang tidak tetap perangainya.
Keras hati= Tidak mahu mengikut kata atau nasihat orang lain.
Khabar angin= Berita yang belum tentu betulnya.
Lepas tangan= Tidak mahu mengambil tahu atau tidak mahu bertanggungjawab dalam sesuatu perkara.
Makan suap= Menerima rasuah.
Mandi peluh= Bekerja kuat.
Membabi buta= Melakukan sesuatu tanpa berfikir dahulu.
Minta diri= Minta kebenaran hendak pulang atau keluar dari sesuatu majlis.
Mulut tempayan= Orang yang tidak boleh menyimpan rahsia.
Neraka dunia= Keadaan hidup yang amat susah atau azab.
Pasang jerat= Menjual sesuatu barang dengan kadar harga yang tinggi kerana mengetahui orang berkenaan amat memerlukan barang itu.
Putih mata= kecewa atau mendapat malu.
Tahan hati= Sabar
Tahi judi= Orang yang suka berjudi.
Talam dua muka= Orang yangmencari keuntungan dengan berbuat baik di antara dua pihak yang bermusuhan.
Tak kering gusi= Sentiasa ketawa kerana sesuatu sebab yang sangat menggelikan hati.

Simpulan Bahasa(3)

1. Ada angin= Sikap seseorang yang tak menentu.

Air muka= Keadaan wajah seseorang.
Alas cakap= Percakapan yang bersopan atau bertertib.
Anak emas= Anak kesayangan dalam sesebuah keluarga.
Angkat diri= Mmemuji diri sendiri.
Angkat kaki= Meninggalkan sesuatu tempat dengan segera.
Angkat muka= Berasa megah dengan kelebihan sendiri.
Atas pagar= Berkecuali atau tidak mencampuri hal orang lain.
Banyak lemak= Cerewet atau banyak dalih.
Barang kemas= Barang perhiasan kaum wanita.
Batu loncatan= Orang atau tempat yang dijadikan alat untuk mencapai hajat yang lain.
Berat mulut= Pendiam atau tidak banyak bercakap.
Bergolok-bergadai= Sanggup berhabis-habisan harta benda demi mencapai hajat.
Bawa bersemuka= Berbincang tentang sesuatu hal.
Buah pena= Karya atau hasil tulisan.
Buat duit= Berusaha mencari keuntungan.
Buat helah= Berdalih.
Bulat fikiran= Fikiran atau pendapat yang tetap dan tidak berubah.
Buruk siku= Meminta kembali barang yang telah diberikan kepada seseorang.
Campur tangan= Mencampuri urusan orang lain.
Curi tulang= Culas bekerja atau berpura-pura bekerja.
Dapat terpijak= Mendapat sesuatu dengan mudah.
Geli hati= Ketawa kerana lucu.
Gila pangkat= Terlalu mementingkan atau mengejar kedudukan.
Gelegar buluh= Orang yang hanya pandai berkata tetapi tidak tahu melakukannya.
Hancur hati= Perasaan sedih atau kecewa.
Jadi angin= Sesuatu yang tidak boleh dipakai lagi atau rosak.
Jauh hati= sedih kerana tersinggung perasaan.
Jiwa besar= Sikap yang tidak mahu mengalah atau tidak mudah dipengaruhi oleh orang lain.
Ibu ayam= Perempuan yang mengetuai suatu sendiket pelacuran.
Ibu keladi= Orang yang duduk di tengah-tengahdalam suatu perkumpulan.
Kera sumbang= Tidak berkawan atau orang yang suka mengasingkan diri.
Keramat hidup= Orang yang baik budi bicaranya atau terkenal.
Kuku besi= Pemerintahan diktator atau kejam lagi zalim.
Makan hati= Merana.
Mandi kerbau= Mandi yang tidak bersih.
Mati katak= Mati yang tidak dipedulikan.
Orang tengah= Orang yang menjadi perantaraan orang lain.
Pisau cukur= Perempuan yang suka menghabiskan harta lelaki secara menipu.
Pulang paku= Balik modal sahaja.
Sakit mata= Sesuatu yang kurang elok dipandang.
Setengah tiang= Tidak berapa siuman.
Tanda mata= Hadiah untuk kenang-kenangan.
Titik peluh= Hasil usaha.
Teksi sapu= Melakukan sesuatu pekerjaan yang bertentangan secara sembunyi-sembunyi.
Telinga kuali= Kurang pendengaran.
Zaman atom= Zaman moden.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More