Blogroll

Kamis, 08 Desember 2011

tugas B.Siti syarifah

Pepatah: Latihan 1



1. Ada air adalah ikan.



______________________________________________________________________________



2. Ada batang mati, ada cendawan tumbuh.



______________________________________________________________________________



3. Ada kerak ada nasi.



______________________________________________________________________________



4. Ada udang di sebalik batu.



______________________________________________________________________________



5. Adat bersendikan syarak, syarak bersendikan kitabullah.



______________________________________________________________________________



6. Adat juara kalah menang.



______________________________________________________________________________



7. Adat lama pusaka usang.



______________________________________________________________________________



8. Cubit paha kiri paha kanan terasa.



______________________________________________________________________________



9. Adat muda menanggung rindu.



______________________________________________________________________________



10. Adat tua menahan ragam.



______________________________________________________________________________



11. Air ditetak tidak akan putus.



______________________________________________________________________________





12. Air pun ada pasang surutnya.



______________________________________________________________________________



13. Air setitik dilautkan, tanah seketul digunungkan.



______________________________________________________________________________



14. Air yang penuh dalam tempayan itu tidak akan berkocak.



______________________________________________________________________________







15. Alah bisa tegal biasa.



______________________________________________________________________________



16. Alah sabung menang sorak.



______________________________________________________________________________



17. Ayam terlepas tangan bau tahi.



______________________________________________________________________________



18. Bagaimana acuan begitulah kuihnya.



______________________________________________________________________________



19. Bagaimana gendang begitulah tarinya.



______________________________________________________________________________



20. Bapa borek anak rintik.



______________________________________________________________________________



21. Belakang parang diasah lagikan tajam.



______________________________________________________________________________



22. Berani malu takut mati.



______________________________________________________________________________



23. Berapa panjang lunjur, begitu panjang selimut.



______________________________________________________________________________



24. Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing.



______________________________________________________________________________



25. Berat mata memandang, berat lagi bahu memikut.



______________________________________________________________________________



26. Bergalah ke hilir tertawa buaya, bersuluh di bulan terang tertawa harimau.



______________________________________________________________________________



27. Berkelahi dahulu pendapatan, berkelahi kemudian kerugian.



______________________________________________________________________________



28. Berpatah arang, berkerat rotan.



______________________________________________________________________________



29. Besar periuk besar keraknya.



______________________________________________________________________________





30. Biar alah membeli, asalkan menang memakai.



______________________________________________________________________________



31. Biar badan penat asalkan hati senang.



______________________________________________________________________________



32. Biduk lalu kiambang bertaut.



______________________________________________________________________________



33. Bila meminta, lembut gigi daripada lidah.



______________________________________________________________________________



34. Bodoh-bodoh sepat, tak makan pancing emas.



______________________________________________________________________________



35. Bulat air kerana pembentung, bulat manusia kerana muafakat.



______________________________________________________________________________



36. Bunga disunting, perdu ditendang.



______________________________________________________________________________



37. Burung terbang dipipiskan lada.



______________________________________________________________________________



38. Busuk-busuk daging dikincah, dimakan, busuk-busuk ikan dibuang.



______________________________________________________________________________



39. Diam-diam ubi berisi, diam-diam penggali berkarat.

______________________________________________________________________________





40. Di mana bumi dipijak, di sana langit dijunjung.



______________________________________________________________________________



41. Ada gula adalah semut.



______________________________________________________________________________



42. Ada padi semua kerja jadi, ada beras semua kerja deras.



______________________________________________________________________________



43. Berani kerana benar takut kerana salah.



______________________________________________________________________________



44. Benih yang baik jikalau jatuh ke laut menjadi pulau.



______________________________________________________________________________







· Hendaklah menurut adat dan aturan tempat kita diami.

· Orang yang berpendapatan besar, besar juga perbelanjaannya.

· Perbuatan bodoh ditertawakan orang.

· Perihal muafakat dalam sesuatu pekerjaan; sama-sama mengerjakan walaupun susah ataupun senang.

· Jika seseorang yang bodoh itu menerima ajaran dan bimbingan yang teratur dan berterusan pasti akan pandai juga.

· Bagaimana sekalipun kejahatan saudara atau keluarga sendiri, tidak sampai hati untuk menyalahkan seperti kita menyalahkan orang lain.

· Dua pihak yang berselisih faham akan berbaik semula sekiranya penghasut dapat disingkirkan.

· Nampak bodoh tetapi tak boleh ditipu.

· Mengikut keadaan di sesuatu tempat kita berada.

· Keadaan kehidupan seseorang tidak tetap, adakalanya senang dan adakalanya susah.

· Tetap dengan pendirian yang benar dan berani bersuara kerananya.

· Tiap-tiap usaha ada untung ruginya.

· Betapa beratnya mata kita melihat kesusahan yang dialami oleh orang lain, berat lagi penderitaan itu pada orang yang menanggungnya.

· Adat yang telah ada sejak zaman-berzaman.

· Di mana juga kita tinggal, akan ada rezeki kita.

· Rezeki ada di mana-mana.

· Orang muda tentu dilamun cinta.

· Hidup mestilah mengikut kadar kemampuan atau keupayaan dan janganlah berlebihan.

· Diam orang yang berilmu berfikir, sementara diam orang yang bodoh itu sia-sia sahaja.

· Isteri dikasihi, mertua dibenci.

· Pergaulan di dalam masyarakat hendaklah sesuai dengan adat dan syarak

· Anak menurut baka ibu bapanya; sesuatu itu menurut asalnya.

· Di mana ada rezeki, di situ ramai orang.

· Dua orang yang bersaudara tidak dapat dipisahkan oleh perselisihan.

· Orang yang berani membuat sesuatu pekerjaan larangan, setelah dibuatnya baharu menyesal.

· Memarahi ahli keluarga sendiri tetapi yang lain pula yang terasa.

· Tiap kejadian ada bekasnya.

· Kerja yang susah menjadi senang jika biasa melakukannya.

· Anak mencontohi kelakuan bapanya.

· Orang yang berketurunan baik akan berkelakuan baik di mana-mana sahaja ia berada.

· Mengerjakan sesuatu pekerjaan dengan senang hati.

· Muslihat yang tersembunyi di sebalik perbualan atau perkataan.

· Fikir baik-baik supaya tidak menyesal.

· Biarpun kalah tetapi cakapnya masih tinggi.

· Orang tua terpaksalah menahan perasaan yang tidak menyenangkan hati kerana perbuatan anak cucunya.

· Orang yang banyak ilmu pengetahuan tidak suka bercakap besar atau membanggakan diri.

· Merancang sesuatu yang belum pasti diperolehi.

· Kejayaan sesuatu pekerjaan itu adalah hasil persefahaman dan kerjasama yang erat.

· Sangat lembut apabila hendak sesuatu.

· Barang yang baik memang mahal tetapi tahan lama.

· Orang yang mampu(kaya, berilmu) segala maksudnya mudah tercapai.

· Memutuskan sama sekali perhubungan saudara atau sahabat.

· Membesar-besarkan sesuatu perkara yang kecil.

· Orang yang membuat pekerjaan yang ditegah, akhirnya mendapat malu.





PEPATAH: LATIHAN 2





1. Di mana bunga yang kembang, di situ kumbang banyak.



_________________________________________________________________



2. Di padang orang berlari-lari, di padang sendiri berjengket-jengket.



_________________________________________________________________



3. Ditangkap buaya nampak riaknya, ditangkap malas tak bertanda.



_________________________________________________________________



4. Elok kata dalam muafakat, buruk kata di luar muafakat.



_________________________________________________________________



5. Enggang sama enggang, pipit sama pipit.



_________________________________________________________________



6. Gagak lalu, punggur rebah.



_________________________________________________________________



7. Gajah berak besar, kancil pun hendak berak besar.



_________________________________________________________________



8. Gajah harimau di hutan hendak diburu, pijat-pijat di bantal tak dapat dihapuskan.



_________________________________________________________________



9. Gajah mati meninggalkan tulang, haimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama.



_________________________________________________________________



10. Gajah mati, tulang setimbun.



_________________________________________________________________



11. Gajah sama gajah berjuang, pelanduk mati di tengah-tengah.



_________________________________________________________________



12. Hendak bertanduk kepala dipahat.



_________________________________________________________________



13. Hendak menegakkan benang basah.



_________________________________________________________________



14. Hendak seribu daya, tak hendak seribu dalih.



_________________________________________________________________



15. Hidung tak mancung pipi tersorong-sorong.



_________________________________________________________________



16. Hidup dikandung adat, mati dikandung tanah.



_________________________________________________________________



17. Hidup segan mati tak mahu



_________________________________________________________________



18.Hilang adat tegal muafakat.



_________________________________________________________________



19. Hilang bahasa lenyap bangsa.



_________________________________________________________________



20. Hilang di mata, di hati jangan.



_________________________________________________________________



21. Hukum berdiri dengan saksi, adat berdiri dengan tanda.



_________________________________________________________________



22. Hutang darah dibayar darah, hutan nyawa, nyawa padahnya.



_________________________________________________________________



23. Indah kbahar daripada rupa.



_________________________________________________________________



24. Intan jika terbenam dalam diperlimpahan sekalipun tidak akan hilang cahayanya.



_________________________________________________________________



25.Jauhari jua yang mengenal manikam



_________________________________________________________________



26. Jauh berjalan banyak pemandangan, lama hidup banyak dirasa.



_________________________________________________________________



27. Jika tidak dipecahkan ruyung masakan dapat sagunya.



_________________________________________________________________



28. Jual sutera beli mastuli



_________________________________________________________________



29. Kalau baik buat teladan, kalau tak baik buat sempadan.



_________________________________________________________________



30. Kalau bukan rezeki, di mulut pun lari keluar.



_________________________________________________________________



31. Kalau tiada angin, masakan pokok bergoyang.



_________________________________________________________________



32.Kalau tidak ada berada-ada, masakan tempua bersarang rendah.



_________________________________________________________________



33. Kata biarlah dikotakan



_________________________________________________________________



34. Kayu mati berpunggur, manusia mati biar bernama.



_________________________________________________________________



35. Ke bukit sama didaki, ke lurah sama dituruni.



_________________________________________________________________



36. Kecil jangan disangka anak, besar jangan disangka bapa.



_________________________________________________________________



37. Ke mana tumpah kuah, kalau tidak ke nasi.



_________________________________________________________________



38. ke mudik tentu hulunya, ke hilir tentu muaranya.



_________________________________________________________________



39. Kerbau dipegang pada talinya, manusia dipegang pada janjinya.



_________________________________________________________________



40. Kerbau sekawan dapat dikawal, manusia seorang tiada terjaga.



_________________________________________________________________



· Mentadbir manusia sangat sukar

· Janji yang diucapkan mestilah ditepati

· Undang-undang agama kuat dengan keterangan-keterangan lisan, undang-undang adat kuat dengan tanda-tanda bukti.

· Setiap kejadian meninggalkan kesannya.

· Orang yang bijaksana dapat mengetahui kelebihan sesuatu perkara.

· Adat kebiasaan boleh diubah asalkan ada persetujuan daripada orang ramai.

· Tolong-menolong apabila membuat sesuatu pekerjaan sama ada susah atau senang.

· Hidup biar berjasa.

· Sesuatu itu akan kembali ke asalnya meskipun sedikit

· Walaupun tempat tinggal berjauhan tetapi kita selalu ingat di dalam hati.

· Orang baik, walau di mana berada tetap baik.

· Kalau bukan rezeki, apa yang dimiliki masih boleh terlepas.

· Hidup melarat( miskin atau selalu sakit)

· Jika sesuatu bahasa itu tidak digunakan lagi bererti bangsanya pun sudah tidak ada lagi/ Hilang budi bahasa, hilanglah darjat diri.

· Seseorang yang berkehendakkan sesuatu mestilah berusaha.

· Mengada-ngadakan atau suka menyibuk dalam urusan orang lain.

· Orang baik apabila mati meninggalkan nama yang mulia, manakala orang jahat akan meninggalkan nama yang hina.

· Orang yang berpendapatan kecil yang cuba berlagak dan berbelanja seperti orang yang berpendapatan besar, akhirnya dia juga akan susah.

· Keadaan sesuatu yang tidak sama seperti yang digambarkan.

· Sesuatu pekerjaan(perjalanan) haruslah ada ketentuannya.

· Keputusan yang dibuat melalui proses perundingan lebih baik daripada yang dibuat sendiri.

· Hendak membenarkan sesuatu hal atau perbuatan yang salah.

· Janji hendaklah ditepati.

· Kejahatan orang besar dan orang yang lebih kuat daripada kita hendak dibasmi, sedangkan kejahatan anak buah sendiri di rumah tidak dapat diatasi.

· Berlaku sesuatu perkara mesti ada sebabnya.

· Sifat malas baru nampak setelah disuruh membuat kerja.

· Menunjukkan kuasa dengan menzalimi yang lemah.

· Sanggup bersusah payah hanya kerana hendak mendapat sesuatu yang belum pasti.

· Jika hendak sesuatu macam-macam usaha, demikian juga jika tidak mahu, macam-macam alasan,

· Menggantikan sesuatu dengan yang lebih baik.

· Orang yang kaya dan berada takkan bergaul dengan orang yang papa atau miskin.

· Orang kaya apabila mati banyak meninggalkan harta.

· Selama masih hidup, mestilah menurut aturan-aturan yan berlaku, sudah mati terserahlah kepada hukum Tuhan.

· Rasa dendam kesumat yang tidak pernah padam.

· Suka memakan hak orang, hak sendiri disimpan.

· Di mana ada gadis cantik, di situ banyak laki-laki.

· Dua kuasa besar bertelingkah, negara lemah yang mendapat akibatnya.

· Banyak pengalaman.

· Tiru yang baik, jauhi yang jahat.

· Ilmu bukan hanya dimiliki oleh orang tua.










Perambahan Brunei (1)

Amai tangan= Suka menjangkau-jangkau sesuatu tanpa tujuan.
Ambuk Tunggal= Orang yang suka memencilkan diri.
Anak bala= Kanak-kanak yang nakal yang selalu mengusik dan menangiskan kanak-kanak lain.
Angat-angat dingin= Kurang sihat.
Barat mulut= Tidak suka bertegur sapa atau tidak suka bercakap.
Baangin= Orang yang tidak tetap pendirian.
Bakulat tangga= Orang yang tidak suka datang ke rumah orang lain.
Batolak baambit= Bertolak ansur
Cakap ambur-ambur= Cakap sembarangan
Cukup makan= Pendapatan yang tidak berlebihan.
Di bibir-bibir mulut= Suatu perkara yang hendak diperkatakan tetapi tiba-tiba lupa untuk mengungkapkannya, walaupun pada mulanya perkara tersebut ada dalam ingatan.
Ikat mati= ikatan yang tidak mudah dibuka.
Inda mau sirit= Tidak mahu bertolak ansur.
Jadi sasaban= Sesuatu yang dijadikan sebab atau alasan.
Kikik sauk-sauk= Orang yang tidak tetap fikiran atau pendirian.
Lantak mati= Harga yang tidak boleh ditawar lagi.
Mambuang usin= Berbelanja pada perkara yang kurang berfaedah.
Otak ambuyat= Orang yang bodoh.
Pilih-pilih langsat= Memilih untuk mendapatkan yang lebih baik tetapi akhirnya terpilih yang kurang baik.
Singit sabalah= Keputusan dan pertimbangan yang tidak seimbang, berat sebelah.
Tinggi-tinggi payau= Tinggi persekolahan pada nama sahaja sedangkan mata pelajaran yang senang pun tidak difahami.
Umpan alir= Orang yang dijadikan orang suruhan.



Perambahan Brunei (2)

Akal manampurung= Kanak-kanak lelaki yang culas terutama dalam pekerjaan, leceh dan mentah fikiran.
Ampar kajang= Orang yang jatuh terlentang akibat pukulan atau serangan deras daripada lawan.
Anak bungsu= Anak yang penghabisan.
Angkut-angkut semut= Membuat pekerjaan dengan perlahan.
Banyak tangan= Lebih daripada seorang yang menggunakan atau membuat sesuatu.
Bakulut-kulut= Sentiasa berdiam diri di sesuatu tempat.
Babuyah tangga= Datang berkali-kali untuk menagih hutang tetapi tidak berhasil.
Bulan timbul= Bulan akan datang
Cacah cabur= Perbuatan yang malar(tetap, terus-menerus)
Caradiknya macam buratak nasi= Percakapan yang tidak putus-putus.
Galak rasa= Tidak sedap badan atau berasa segan(malu)
Hitam baculik= Keadaan gelap gulita.
Iski hati= Gembira, riang atau suka.
Jahat mulut= Kasar bahasa.
Kuat hati= Kemahuan yang tinggi.
Luak pakak= Pucat lesu
Macam bara pacah di tambak= Keadaan yang riuh-rendah menjadi sunyi apabila orang yang disegani atau ditakuti hadir.
Malau-malu asam= Malu sedikit.
Mandi itik= Mandi dengan tergesa-gesa sehingga seluruh badan tidak basah.
Mandangar tongkat galagar= Percakapan yang ditakuti akan didengar oleh orang.
Menganyam bini= Merendah diri apabila berada di tempat orang.
Menganyam hutan= Orang yang tidak suka bergaul dan apabila berjumpa orang, dia akan melarikan diri.
Masin lidah= Cakap yang selalu diterima orang.
Mati akal= Hilang fikiran kerana kesuntukan masa untuk berfikir.
Mati buragan= Mati yang terbiar.
Pacah-pacah bigi= Tidak lancar ketika membaca.
Panas tangan= Tidak dapat berjimat cermat walaupun mempunyai pendapatan yang lumayan.
Puah mata= Mudah menangis.
Rabah rimpah= Jatuh bangun ketika berlari dalam keadaan kelam kabut.
Saangkat-angkat hati= Memberi sesuatu dengan seikhlas hati.
Sajuk tangan= Senang mendapat rezeki.
Saparadian kuyuk= Adik=beradik seibu tetapi berlainan bapa.
Singap tunggal= Keadan yang terlalu teruk (sakit, letih)
Turun-turun ayam= Membuat sesuatu kerja dengan tidak ada persediaan.
Ular lundung= Tidak mahu berusaha sendiri dan semata-mata mengharapkan belas kasihan daripada orang lain; orang yang malas.
Yatim junjungan= Orang yang kematian ibu bapa sejak lahir.

Perambahan Brunei (3)

Amas tampawan= Orang yang sangat dikasihi.
Anak aku-akuan= Anak yang diangkat pada nama sahaja kerana mengambil sukut(tuah) tetapi masih dalam tanggungan ibu bapanya yang sebenar.
Anak bunga tubuh= Anak sulung.
Ayam sigun= Orang yang handal, pendekar atau orang yang suka berkelahi.
Basah karing= Bekerja dengan tidak mengenal penat dan tidak menghiraukan sebarang kesukaran yang dihadapi.
Babuyah-buyah mulut= Banyak bercakap kerana menasihati seseorang tetapi nasihat itu tidak diikuti.
Buntak lamak= Gemuk dan pendek(lelaki).
Capak pahang= Makanan seharian.
Gatal tangan= Suka bekerja
Guring limpang= Bekerja bertungkus lumus.
Hitam malangut= Hitam legam.
Inda manulus tangga= Pergi atau datang dengan keadaan kelam-kabut.
Inut-inut bangking= Melakukan pekerjaan dengan perlahan dan cermat.
Isi parut= Rahsia sendiri.
Jajam hati= Cepat tanggapan dan kuat ingatan terutama dalam menerima pelajaran.
Jahat rasa= Badan kurang sihat.
Juling pancuri= Juling sekali-sekala.
Kambang asang= Ingin makan sesuatu.
Kambang bulu= Berasa ngeri atau seram.
Kapir malaun= Orang yang jahil tentang agama.
Karak wayang= Sangat gemar menonton wayang.
Kaya-kaya bajau= Berbelanja dengan seberapa banyak pada harta yang ada.
Kalangkahan dulang= Perempuan yang didahului kahwin oleh adik perempuannya.
Lamah liat= Lambat bergerak tetapi kerja yang dibuat berhasil juga.
Luncit sapanggalan= Perihal orang yang berbuat baik kepada dua orang yang bermusuhan untuk kepentingan dirinya sendiri.





SIMPULAN BAHASA

1.Ambil berat= ambil peduli, ambil endah.
2.Ambil tahu= Ambil endah
3.Anak bulan= Bulan sehari
4.Atas angin= Negara-negara di sebelah barat
5.Banyak mulut=Orang yang banyak bercakap
6.Bawah angin=Negara-negara di sebelah timur
7.Berat sebelah=Tidak adil,tidak seimbang
8.Berat tulang=Orang yang malas
9.Buah hati=Orang yang disayangi
10.Buah mulut=Sesuatu yang menjadi bahan perbualan atau percakapan orang ramai
11.buta huruf=Tidak tahu membaca dan menulis
12.Buta kayu=Buta huruf
13.Cepat tangan=Suka mencuri
14.Harga mati=Harga yang tidak boleh ditawar lagi
15.Harga pokok=Modal untuk membeli sesuatu barang
16.Isi hati=Perasaan atau fikiran seseorang
17.Jadi umang-umang=Berlagak dengan meminjam pakaian orang lain atau suka meniru tingkah laku orang
18.Kacang hantu=Orang yang jahat
19.Kecil hati=Seseorang yang terasa atau tersinggung oleh perbuatan atau percakapan orang lain.
20.Kucing kurap=Orang yang dipandang hina
21.Kutu embun= Orang yang suka merayau-rayau sehingga lewat malam tanpa tujuan
22.Kutu jalan=Orang yang suka merayau-rayau pada waktu malam tanpa tujuan
23.Langkah kanan=Bernasib baik
24.Langkah kiri=Tidak bernasib baik
25.Lipas kudung=Orang yang boleh melakukan pekerjaan dengan pantas dan menghasilkan kerja yang baik
26.Masuk angin=Perbuatan atau usaha yang tidak menghasilkan apa-apa faaedah
27.Mati celek=orang yang mati sebelum hajatnya tercapai.
28.Meriam buluh= Gertak sahaja yang kuat tapi tidak ada apa-apa tindakan.
29.Minta nyawa=Minta diampunkan supaya jangan dibunuh
30.Muka tembok= Orang yang tidak tahu malu
31.Naik angin=Orang yang sedang marah
32.Nujum Pak Belalang=Meneka-neka sahaja
33.Orang gaji=Pembantu rumah(orang yang bekerja di rumah orang lain dan mendapat gaji)
34.Orang rumah=Isteri
35.Pak turut=Orang yang tidak mempunyai pendirian, menurut apa sahaja yang disuruh tanpa apa-apa bantahan.
36.Pasar gelap=Berjual beli secara haram atau melakukan perniagaan yang melanggar undang-undang negara.
37.Pilih kasih=Memilih atai melebihkan pandangan atau kasih sayang kepada orang yang dikasihi atau yang hampir sahaja.
38.Pulang pokok=Untung tidak,rugi pun tidak
39.Quran buruk=Orang atau benda yang menjadikan kita serba salah, hendak dipakai tidak berguna hendak dibuang tidak boleh.
40.Rambang mata=Sukar untuk memilih sesuatu.
41.Salah langkah=Rancangan yang tidak teratur akibatnya bencana yang tidak diingini akan berlaku.
42.Tangkap basah=Ditangkap ketika melakukan perbuatan sumbang(berkhalwat).
43.Telinga nipis=Orang yang mudah marah
44.Terang-terang tanah=Waktu awal pagi
45.Tin kosong=Cakap sahaja banyak tapi kerjanya sedikit.
46.Tolak ansur=Membuat sesuatu pertimbangan yang boleh diterima oleh semua pihak.
47.Tua-tua keladi=Orang tua yang berperangai seperti anak muda.



Simpulan Bahasa(2)

1. Akal kancil= Orang yang cerdik.

Alas perut= Makan sedikit sebelum mendapat makanan yang lebih mengenyangkan.
Ambil ringan= Kurang mengambil perhatian terhadap sesuatu perkara.
Anak angkat= Anak orang lain yang dipelihara sebagai anak sendiri.
Anak buah= Orang yang di bawah jagaan seorang ketua.
Anak tut= Anak orang lain yang seperti anak sendiri.
Anak mata= Orang yang sangat dikasihi/ mata hitam.
Ayam tambatan= Orang yang menjadi harapan dalam satu-satu kumpulan kerana kepandaian atau kegagahannya.
Bapa ayam= Suami yang malas atau pun tidak bertanggungjawab terhadap keluarga.
Bau-bau bacabg= Pertalian persaudaraan yang agak jauh.
Batu api= Penghasut.
Bahasa kesat= Bahasa kasar yang digunakan dalam percakapan atau persuratan yang menyakitkan hati orang lain apabila mendengar atau membaca.
Bahasa pasar= Bahasa yang dugunakan dalam pertuturan sehari-hari yang tidak betul nahu atau susunan ayatnya.
Bekas tangan= Hasil kerja seseorang.
Beri jalan= Memberi peluang.
Beri muka= Memanjakan seseorang dengan membiarkannya membuat sesuka hatinya.
Bertegang urat= Berlawan cakap kerana hendak menegakkan pendapat masing-masing.
Bendera putih= Menyerah diri atau mengaku kalah.
Bintang terang= Bertuah atau bernasib baik.
Bulat hati= Keputusan atau fikiran yang muktamat mengenai sesuatu perkara atau sudah nekad.
Cahaya mata= Anak
Cangkul angin= Membuat kerja yang tidak berfaedah.
Cakap angin= Percakapan yang tidak berfaedah atau cakap kosong.
Cari jalan= Berikhtiar atau berusaha untuk melakukan sesuatu.
Cencaru makan petang= Orang yang mendapat kemenangan atau keuntungan di saat akhir sesuatu perlawanan.
Dalam tangan= Sudah pasti dapat.
Duit teh= Rasuah.
Gaji buta= Mendapat gaji atau upah tanpa bekerja atau membuat kerja yang ringan sahaja.
Gelap mata= Mengamuk kerana terlalu marah atau hilang fikiran.
Gila-gila bahasa= Kurang waras fikirannya atau berkelakuan kasar dan tidak senonoh.
Hati batu= Degil atau tidak mempunyai belas kasihan.
Hidung belang= Lelaki yang suka mengganggu atau menggoda perempuan.
Hidung tinggi= Sombong atau angkuh.
Ikat perut= Menahan lapar kerana berjimat atau tidak mampu membeli.
Iri hati= Cemburu.
Kaki ayam= Tidak memakai kasut atau selipar.
Kaki botol= Suka minum minuman keras(arak).
kepala angin= Orang yang tidak tetap perangainya.
Keras hati= Tidak mahu mengikut kata atau nasihat orang lain.
Khabar angin= Berita yang belum tentu betulnya.
Lepas tangan= Tidak mahu mengambil tahu atau tidak mahu bertanggungjawab dalam sesuatu perkara.
Makan suap= Menerima rasuah.
Mandi peluh= Bekerja kuat.
Membabi buta= Melakukan sesuatu tanpa berfikir dahulu.
Minta diri= Minta kebenaran hendak pulang atau keluar dari sesuatu majlis.
Mulut tempayan= Orang yang tidak boleh menyimpan rahsia.
Neraka dunia= Keadaan hidup yang amat susah atau azab.
Pasang jerat= Menjual sesuatu barang dengan kadar harga yang tinggi kerana mengetahui orang berkenaan amat memerlukan barang itu.
Putih mata= kecewa atau mendapat malu.
Tahan hati= Sabar
Tahi judi= Orang yang suka berjudi.
Talam dua muka= Orang yangmencari keuntungan dengan berbuat baik di antara dua pihak yang bermusuhan.
Tak kering gusi= Sentiasa ketawa kerana sesuatu sebab yang sangat menggelikan hati.

Simpulan Bahasa(3)

1. Ada angin= Sikap seseorang yang tak menentu.

Air muka= Keadaan wajah seseorang.
Alas cakap= Percakapan yang bersopan atau bertertib.
Anak emas= Anak kesayangan dalam sesebuah keluarga.
Angkat diri= Mmemuji diri sendiri.
Angkat kaki= Meninggalkan sesuatu tempat dengan segera.
Angkat muka= Berasa megah dengan kelebihan sendiri.
Atas pagar= Berkecuali atau tidak mencampuri hal orang lain.
Banyak lemak= Cerewet atau banyak dalih.
Barang kemas= Barang perhiasan kaum wanita.
Batu loncatan= Orang atau tempat yang dijadikan alat untuk mencapai hajat yang lain.
Berat mulut= Pendiam atau tidak banyak bercakap.
Bergolok-bergadai= Sanggup berhabis-habisan harta benda demi mencapai hajat.
Bawa bersemuka= Berbincang tentang sesuatu hal.
Buah pena= Karya atau hasil tulisan.
Buat duit= Berusaha mencari keuntungan.
Buat helah= Berdalih.
Bulat fikiran= Fikiran atau pendapat yang tetap dan tidak berubah.
Buruk siku= Meminta kembali barang yang telah diberikan kepada seseorang.
Campur tangan= Mencampuri urusan orang lain.
Curi tulang= Culas bekerja atau berpura-pura bekerja.
Dapat terpijak= Mendapat sesuatu dengan mudah.
Geli hati= Ketawa kerana lucu.
Gila pangkat= Terlalu mementingkan atau mengejar kedudukan.
Gelegar buluh= Orang yang hanya pandai berkata tetapi tidak tahu melakukannya.
Hancur hati= Perasaan sedih atau kecewa.
Jadi angin= Sesuatu yang tidak boleh dipakai lagi atau rosak.
Jauh hati= sedih kerana tersinggung perasaan.
Jiwa besar= Sikap yang tidak mahu mengalah atau tidak mudah dipengaruhi oleh orang lain.
Ibu ayam= Perempuan yang mengetuai suatu sendiket pelacuran.
Ibu keladi= Orang yang duduk di tengah-tengahdalam suatu perkumpulan.
Kera sumbang= Tidak berkawan atau orang yang suka mengasingkan diri.
Keramat hidup= Orang yang baik budi bicaranya atau terkenal.
Kuku besi= Pemerintahan diktator atau kejam lagi zalim.
Makan hati= Merana.
Mandi kerbau= Mandi yang tidak bersih.
Mati katak= Mati yang tidak dipedulikan.
Orang tengah= Orang yang menjadi perantaraan orang lain.
Pisau cukur= Perempuan yang suka menghabiskan harta lelaki secara menipu.
Pulang paku= Balik modal sahaja.
Sakit mata= Sesuatu yang kurang elok dipandang.
Setengah tiang= Tidak berapa siuman.
Tanda mata= Hadiah untuk kenang-kenangan.
Titik peluh= Hasil usaha.
Teksi sapu= Melakukan sesuatu pekerjaan yang bertentangan secara sembunyi-sembunyi.
Telinga kuali= Kurang pendengaran.
Zaman atom= Zaman moden.

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More